Serentak Cosplay Petani, UMRI Tanamkan Semangat Ketahanan Pangan kepada 3.738 Mahasiswa Baru

Suara Muhammadiyah

16 September 2026

132
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Pemandangan tidak biasa terlihat di Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (16/9/2026). Ribuan mahasiswa baru bersama seluruh pimpinan dan sivitas akademika UMRI mengenakan pakaian dan atribut layaknya petani. Mereka tampil serentak dalam cosplay petani sebagai simbol dimulainya gerakan Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Kampus.

Bukan sekadar penampilan unik dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru, cosplay petani tersebut menjadi pesan kuat yang sengaja dihadirkan UMRI dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru dan Masa Ta’aruf (PKKMB dan Masta) Tahun Akademik 2026/2027.

Dengan mengenakan atribut petani, Rektor, jajaran pimpinan universitas, para Dekan, pimpinan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, hingga 3.738 mahasiswa baru tampil dalam satu simbol yang sama: kampus harus hadir dan mengambil bagian dalam membangun ketahanan pangan.

Mengusung tema “Sang Pencerah Muda; SMART, Berkemajuan, dan Berdampak Bagi Semesta”, PKKMB dan Masta UMRI tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi bangsa.

Melalui cosplay petani secara bersama-sama, UMRI ingin menyampaikan pesan bahwa profesi petani dan sektor pangan merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus mendapat perhatian generasi muda. Perguruan tinggi tidak boleh berjarak dari persoalan pangan, tetapi harus hadir melalui pendidikan, penelitian, inovasi, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor III UMRI, Wahyi Busyro, S.E.I., M.E., Ph.D., mengatakan bahwa keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam cosplay petani merupakan simbol komitmen bersama untuk menjadikan kampus sebagai salah satu bagian dari solusi terhadap persoalan ketahanan pangan.

“Kita ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, hari ini seluruh pimpinan, sivitas akademika, dan mahasiswa baru UMRI mengenakan atribut petani sebagai simbol bahwa kampus juga harus mengambil peran dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Wahyi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, pengetahuan, teknologi, serta kemampuan riset yang dapat dikembangkan untuk mendukung sistem pangan yang berkelanjutan.

“Kita berharap UMRI sebagai perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis kampus. Mahasiswa dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu dituntut untuk dapat memberikan nilai positif bagi ketahanan pangan,” jelasnya.

Wahyi menambahkan, konsep ketahanan pangan berbasis kampus yang dikembangkan UMRI mencakup peran perguruan tinggi dalam memproduksi, melakukan riset, mengembangkan inovasi, serta mengelola sistem pangan berkelanjutan dari lingkungan akademik.

“Kampus harus menjadi tempat lahirnya riset dan inovasi teknologi pertanian. Kita ingin membangun ekosistem yang memungkinkan perguruan tinggi tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan secara teori, tetapi juga menghadirkan praktik dan menjadi bagian dari pilot project kemandirian pangan,” ungkapnya.

Kehadiran ribuan mahasiswa baru dengan pakaian petani sekaligus memperlihatkan bahwa isu ketahanan pangan ingin dikenalkan UMRI sejak hari pertama mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi. Pesan yang dibangun sederhana, tetapi strategis: setiap disiplin ilmu dapat memberikan kontribusi terhadap pangan.

Karena itu, cosplay petani dalam PKKMB dan Masta UMRI 2026 menjadi simbol kolaborasi. Para mahasiswa baru tidak hanya diajak menjadi bagian dari kehidupan akademik, tetapi sejak awal diperkenalkan dengan semangat menjadi Sang Pencerah Muda yang mampu melihat persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi. 

Dengan demikian, ketika ribuan mahasiswa baru UMRI berdiri mengenakan atribut petani bersama seluruh pimpinan dan sivitas akademika, yang ingin ditampilkan bukan sekadar sebuah atraksi pembukaan PKKMB. UMRI sedang menanamkan sebuah pesan: dari kampus, dari ilmu pengetahuan, dan dari generasi muda, ketahanan pangan harus mulai diwujudkan. (Muhansir)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kotawaringin Timur (....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasca Muktamar Nasyiatul Aisyiyah  ke XIV, peta jalan NA perio....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Badan Semi Otonom (Basnom) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ....

Suara Muhammadiyah

22 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua pesilat muda dari Tapak Suci Bantul, Agung Tri Prasetyo dan Isyana....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Bandung ....

Suara Muhammadiyah

5 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah