Siapkan Skema Sertifikasi Al-Qur'an, Prodi IQT dan LSP UMS Kunjungi Daarul Qur'an

Suara Muhammadiyah

6 September 2026

118
Foto Istimewa

Foto Istimewa

TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an tidak cukup hanya diakui berdasarkan kebiasaan atau penilaian informal.

Kompetensi tersebut perlu diukur dengan standar yang jelas agar seseorang yang tampil sebagai pengajar Al-Qur’an benar-benar memiliki kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Gagasan inilah yang mempertemukan Prodi IQT dan LSP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan Daarul Qur’an. Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), UMS menjajaki kerja sama dengan Daarul Qur’an untuk mengembangkan Skema Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk kompetensi tahsin Al-Qur’an.

Pertemuan dan diskusi hangat berlangsung di Kantor Pusat Daarul Qur’an, Tangerang, Rabu (2/9). Pertemuan tersebut dihadiri Ketua LSP UMS Zulfikar, Sekretaris LSP UMS Yanuar Ihtiarso, dan Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UMS Kharis Nugroho.

Dari Daarul Qur’an hadir KH Ahmad Jamil, Pimpinan Pesantren Daarul Qur’an, bersama Ustadz Muhammad Bisyri, Ustadz Hamzah, dan Ustadz Daruquthni.

Ustadz Muhammad Bisyri melihat ada ekspektasi sosial yang melekat pada lulusan UMS sebagai perguruan tinggi Islam dan kampus yang dikenal sebagai pencetak kader Muhammadiyah. Ketika seorang lulusan UMS hadir di tengah masyarakat, kata beliau, masyarakat tidak jarang menganggap bahwa lulusan tersebut memiliki kemampuan agama yang baik, termasuk kemampuan mengajarkan Al-Qur’an.

“Harus benar-benar dipastikan kompetensinya di bidang Al-Qur’an agar bisa mengharumkan nama besar UMS dan memberi dampak di masyarakat,” lanjutnya.

Kharis Nugroho mengatakan, skema sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mengukur kompetensi Al-Qur’an sivitas akademika UMS.

“Harapan kami dengan kerja sama ini, LSP UMS memiliki skema di bidang Al-Qur’an yang bisa dijadikan sebagai alat untuk mengukur kompetensi lulusan maupun sivitas akademik UMS,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan Al-Qur’an idealnya tidak hanya dimiliki oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Sivitas akademika UMS dari berbagai bidang keilmuan juga diharapkan memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat.

“Agar semua bisa mengajarkan Al-Qur’an di masyarakat, apapun bidang keilmuannya, apalagi yang dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,” tambahnya.

Sementara, Zulfikar berharap, sertifikasi tersebut nantinya tidak berhenti sebagai program internal universitas.

“Harapannya skema sertifikasi Al-Qur’an ini bisa memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya untuk internal UMS, tapi juga untuk para guru Al-Qur’an di pesantren-pesantren di sekitar UMS utamanya Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sisi lain, KH Ahmad Jamil menyambut baik gagasan kerja sama tersebut. Pertemuan antara LSP UMS dan Daarul Qur’an dinilai memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an.

"Kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan skema sertifikasi yang tidak hanya relevan bagi kebutuhan akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat," pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) M....

Suara Muhammadiyah

13 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengandeng PT Indonesia Dig....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah – Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi secara resmi bertransformasi....

Suara Muhammadiyah

19 September 2025

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Memasuki 2026, Suara Muhammadiyah terus memastikan agar roda perg....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar resmi mengukuhkan 7 ....

Suara Muhammadiyah

5 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah