Gelandangan Identitas: Peringatan Sunyi di Ujung Tahun

Publish

3 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
147
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah - Saat ribuan warga bersiap menyambut tahun baru dengan gemerlap kembang api, sebuah peristiwa berbeda menghadirkan keheningan yang justru lebih dalam. Di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Payakumbuh, Rabu malam (31/12/2025), sebuah tausyiah akhir tahun berubah menjadi momentum yang tak terlupakan—bukan karena kemeriahannya, tetapi karena sebuah istilah yang membuat jamaah tercekat: "Gelandangan Identitas."

Acara yang dihadiri Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman, MPPM, serta jajaran Forkopimda ini sejatinya bentuk kepedulian di tengah bencana banjir yang melanda Ranah Minang. Namun siapa sangka, malam itu akan menjadi cermin bagi banyak orang untuk merenung lebih dalam tentang siapa mereka sebenarnya.

Ketika Ustaz Bicara Tentang "Gelandangan"

Dr. H. Irwandi Nashir, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, memulai ceramahnya dengan membedah makna waktu melalui Surah Ali 'Imran ayat 190-191. Ia menggambarkan sosok Ulul Albab—manusia sempurna yang memadukan kecerdasan pikiran dengan kedalaman jiwa.

"Ulul Albab bukan sekadar orang pintar atau orang shaleh. Mereka adalah pribadi yang tak pernah lepas dari ingatan kepada Allah dalam setiap detik kehidupannya," ujar dosen UIN Bukittinggi ini dengan suara yang menenangkan namun menohok.

Menurutnya, zikir tanpa tafakur (perenungan) ibarat ritual tanpa ruh. Ketika keduanya bersatu, lahirlah hikmah—kemampuan untuk melihat makna di balik setiap peristiwa, termasuk berbagai musibah yang mendera sepanjang 2025.

Siapa Sebenarnya "Gelandangan Identitas" Itu?

Tepat di tengah ceramah, Irwandi melontarkan istilah yang membuat suasana masjid seketika hening. "Gelandangan Identitas"—sebuah kondisi yang dalam terminologi Al-Qur'an merujuk pada sosok munafik.

"Mereka ada di tengah kita. Fisiknya hadir, tapi jiwa dan prinsip hidupnya telah tercabut dari akarnya. Mereka bingung, tidak punya pegangan, tidak tahu mau ke mana," jelasnya dengan nada prihatin.

Ustaz yang juga pengajar di perguruan tinggi ini menambahkan bahwa "gelandangan" jenis ini jauh lebih berbahaya dari gelandangan dalam pengertian harfiah. Sebab, martabat mereka telah runtuh—di dunia karena kehilangan integritas, di akhirat karena menempatkan diri di tempat paling rendah.

Namun, Irwandi tidak membiarkan jamaahnya tenggelam dalam kegelisahan. Ia menawarkan solusi konkret berdasarkan Surah An-Nisa' ayat 146—sebuah "strategi keluar" dalam empat tahap:

Pertama, bertaubat dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar menyesal, tapi mengakui kesalahan dengan jujur.

Kedua, memperbaiki diri secara nyata. Perubahan bukan di bibir, tapi dalam tindakan keseharian.

Ketiga, i'tishom—berpegang teguh kepada Allah sebagai satu-satunya sandaran hidup.

Keempat, ikhlas—memurnikan niat dalam setiap ibadah, tanpa mengharap imbalan duniawi.

Pukul 21.30 WIB, ketika jarum jam masih jauh dari tengah malam, acara sudah ditutup dengan doa bersama. Sementara di sudut-sudut kota lain orang-orang baru memulai perayaan tahun baru, jamaah di Masjid Ansharullah justru telah menyelesaikan perjalanan spiritual mereka lebih awal.

Lampu-lampu masjid yang perlahan meredup tidak menyurutkan cahaya di mata para jamaah. Mereka pulang membawa sesuatu yang lebih berharga dari sekadar euforia pergantian kalender—sebuah kesadaran baru dan tekad untuk tidak menjadi "gelandangan" dalam kehidupan mereka sendiri.

Tahun 2026 bukan hanya soal angka yang berganti. Bagi mereka yang hadir malam itu, tahun baru adalah kesempatan untuk menemukan kembali identitas sejati sebagai hamba Tuhan—dengan iman yang kokoh dan martabat yang terjaga.

Sebuah penutupan tahun yang sederhana, namun meninggalkan jejak mendalam. Pertanyaannya: sudahkah kita menemukan identitas kita yang sesungguhnya?


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Empat strategi mendesain sekolah unggul berkemajuan menjadi bahasan....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Berita

MADRID, Suara Muhammadiyah - Diaspora Indonesia Madrid, Keluarga Cinta Indonesia (KCI) Madrid dan Pi....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah –  Peluncuran Beasiswa MBS Zam-Zam untuk biaya pendidikan pa....

Suara Muhammadiyah

30 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - "Anak kita yang terlahir di muka bumi ini memiliki dua unsur yang a....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan ....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024