Sinergi Dakwah Hadirkan Layanan Sosial di Masjid Darussalam Juron

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
114
LPCR PDM Kabupaten Sukoharjo

LPCR PDM Kabupaten Sukoharjo

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Ahad pagi, 25 Januari 2026, Masjid Darussalam Desa Juron tampak hidup sedari sang surya terbit dari ufuk timur. Udara sejuk, embun belum sepenuhnya menguap, dan langkah-langkah jamaah berdatangan pelan namun pasti. Dari berbagai penjuru, jamaah datang berjalan kaki, bersepeda, dan berboncengan motor semuanya mengalir menuju masjid sebagai lokasi. 

Di hari itu sedang digelar acara ngaji sekaligus bakti sosial dalam rangka penguatan Ranting oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPCR PDM) Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh LPCR PDM Kabupaten Sukoharjo dan sudah dimulai sejak awal tahun 2025. Sebelum acara pagi hari ini, total sudah delapan kali acara sukses diselenggarakan di delapan Ranting atau Masjid di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Dan di tahun 2026, sudah dua Ranting yang berhasil menggelar acara serupa.

 Acara dibuka tepat pukul tujuh pagi ditandai dengan sambutan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Nguter, Drs. H. Mudjijono. Pada intinya, pesan yang disampaikan adalah pentingnya kegiatan ini sebagai penguatan Ranting-Ranting di wilayah Kecamatan Nguter agar dapat bersinergi dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Sambutan itu mengalir hangat, membumi, dan mudah dicerna, menjadi pengantar yang menyiapkan hati jamaah untuk masuk ke inti acara. 

Memasuki acara inti, suasana menjadi lebih hening dan khusyuk ketika Ustadz Sutardi, S.Ag. naik ke mimbar. Dengan gaya tutur yang tenang, cair, dan komunikatif, beliau mulai menyampaikan ceramahnya yang disambut dengan seksama oleh para jamaah yang hadir. Tema yang diangkat memang sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jamaah menyimak dalam diam, sesekali mengangguk, sesekali tersenyum, seolah menemukan potongan-potongan hidup mereka sendiri dalam setiap kalimat yang disampaikan.

Materi pengajian tidak berhenti pada dalil dan kutipan, tetapi menjelma menjadi refleksi sosial. Tentang bagaimana hubungan antar-tetangga sering kali diuji oleh hal-hal kecil: perbedaan sikap, kesalahpahaman, iri hati, hingga sikap individualisme yang perlahan tumbuh. Namun justru di situlah nilai Islam diuji. Yang menarik, suasana pengajian tidak terasa kaku. Ada kehangatan, ada tawa kecil, ada dialog batin yang tampak dari wajah-wajah jamaah. Anak-anak duduk tenang di samping orang tua, para lansia bersandar di tiang-tiang masjid, dan pemuda duduk bersila di shaf belakang. 

Lebih dari sekadar pengajian, kegiatan ini memperlihatkan wajah Muhammadiyah sebagai gerakan yang hadir di akar rumput: membangun dari bawah, menguatkan dari ranting, dan menumbuhkan nilai dari relasi sosial paling dasar. Penguatan Ranting bukan hanya soal struktur organisasi, tetapi soal menguatkan jaringan kemanusiaan, mempererat ikatan sosial, dan merawat kepercayaan antar warga.

Di waktu yang sama, kegiatan ngaji juga bebarengan dengan kegiatan kemanusiaan melalui Bakti Sosial Cek Kesehatan yang digelar bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Selogiri. Para jamaah yang baru saja mengikuti pengajian perlahan mengalir menuju area layanan kesehatan, membentuk suasana yang tertib, tenang, dan penuh kepercayaan. 

Berbagai fasilitas layanan disediakan bagi warga, mulai dari pengukuran tekanan darah, asam urat, dan kolesterol, pemeriksaan gula darah, hingga konsultasi kesehatan langsung dengan dokter dan perawat. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan pendistribusian obat-obatan dasar bagi warga yang membutuhkan. Semua layanan berjalan dalam suasana sederhana, tanpa sekat formalitas, tanpa jarak antara tenaga medis dan masyarakat.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya dipahami sebagai layanan kesehatan semata, tetapi sebagai bagian dari dakwah sosial yang membumi.. Kolaborasi antara LPCR PDM Sukoharjo, PCM Nguter, Masjid Darussalam, dan RS PKU Muhammadiyah Selogiri menampilkan wajah Muhammadiyah yang utuh. Sebuah praktik kecil yang mungkin tampak sederhana, tetapi menyimpan makna besar: bahwa penguatan ranting bukan hanya membangun struktur organisasi, melainkan membangun jaringan kepedulian, kepercayaan sosial, dan peradaban dari akar rumput.

Acara ditutup menjelang pukul dua belas siang, tepat ketika waktu Dzuhur mulai mendekat. Para jamaah tampak pulang dengan wajah teduh dan hati yang ringan. Antusiasme terasa jelas dan begitu semarak yang meninggalkan bekas bagi jamaah yang hadir. Harapannya, acara ini juga dapat menguatkan fondasi di berbagai Ranting di wilayah Nguter agar terus bersinergi dan bermanfaat bagi sekitarnya. 

Acara serupa akan digelar lagi pada 15 Februari 2026 di Desa Karangasem, Kecamatan Bulu. Ada yang istimewa karena dalam acara itu nanti akan diresmikan Ranting Muhammadiyah baru di wilayah Kabupaten Sukoharjo. 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nash....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di hari terakhir Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya In....

Suara Muhammadiyah

26 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen UM Bandung Ace Somantri mengatakan bahwa transformasi pend....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Kepala Sekolah SD Aisyiyah Metro (AiRo) berhasil menorehkan prestasi ....

Suara Muhammadiyah

29 January 2025