CILACAP, Suara Muhammadiyah - KBIHU Al Mabrur PDM Cilacap menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Cilacap dalam pelaksanaan program penyembelihan hewan DAM/Hadyu bagi jamaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 163 ekor domba disembelih pada Rabu–Kamis, (27–28/5/2026), sebagai pelaksanaan DAM/Hadyu jamaah haji KBIHU Al Mabrur Cilacap.
"Daging hasil penyembelihan kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama fakir miskin," jelas Ketua KBIHU Al Mabrur Cilacap, Bambang Misgianto.
Pelaksanaan penyembelihan dilakukan di empat distrik, yaitu Majenang, Sidareja, Kroya, dan Distrik Kota Cilacap.
Untuk wilayah Kota Cilacap, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Misfalah dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Jalan Laban, Kebonmanis, Cilacap.
Sekretaris MPM PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain, menilai pelaksanaan DAM/Hadyu perdana di tanah air tahun ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari sistem manajemen, transparansi pelaporan, konsolidasi tim, hingga koordinasi antar unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program.
“Program ini merupakan amanah besar yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Masih banyak masukan yang perlu kita kerjakan ke depan, terutama dalam aspek transparansi, konsolidasi tim, penguatan sistem pendataan, dokumentasi, distribusi, serta koordinasi lintas unsur agar pelaksanaannya semakin tertata dan profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan sehingga pelaksanaan DAM/Hadyu di masa mendatang dapat lebih terencana, terukur, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan seluruh proses dapat didukung dengan standar operasional yang lebih jelas, pembagian tugas yang lebih terstruktur, serta sistem pelaporan yang semakin akuntabel. Dengan demikian, amanah jamaah haji dapat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” tambahnya.
Budhi juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara KBIHU Al Mabrur, Lazismu, MPM, PCM, PRM, para relawan, peternak, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program tersebut.
“Semangat kolaborasi yang telah terbangun tahun ini merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan DAM/Hadyu pada masa yang akan datang,” tandasnya.
Meski pelaksanaan tahun ini berjalan dengan baik, seluruh pihak mengakui masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dievaluasi.
Oleh karena itu, KBIHU Al Mabrur, Lazismu, dan MPM PDM Cilacap berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan sehingga pelaksanaan DAM/Hadyu pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih terstruktur, tertata, profesional, dan memiliki tata kelola yang semakin baik.
"Demi memberikan pelayanan optimal kepada jamaah serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,"pungkasnya. (BBZ/Wasis).

