SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kembangkan Inovasi Motor Listrik Ramah Lingkungan

Suara Muhammadiyah

12 June 2024

2974
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan apresiasi tinggi kepada SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta atas inovasi konversi motor plat merah menjadi motor listrik. Proses konversi ini telah dilakukan terhadap 40 motor milik beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam tiga bulan terakhir.

"Proses konversi motor plat merah ini memakan waktu sekitar 2-3 hari per unit, tergantung dari kondisi motornya," ujar Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kustejo, di sela acara serah terima sepeda motor listrik dan peresmian Teaching Factory Konversi Sepeda Motor Listrik di Yogyakarta, Selasa (11/6/2024).

Kustejo menjelaskan bahwa konversi sepeda motor tersebut dilakukan oleh para siswa dari tiga jurusan keahlian: Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Mesin, dan Kelistrikan. Setiap unit motor listrik yang dihasilkan dilengkapi dengan satu baterai yang mampu bertahan selama tiga jam dan dapat menempuh jarak sekitar 80 kilometer.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, berharap SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dapat berkembang menjadi industri besar dalam bidang konversi motor listrik dan produksi suku cadangnya. Didik juga berharap konversi serupa dapat dilakukan oleh SMK Muhammadiyah di wilayah lain dengan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai mentor.

"Selain itu, kami berharap ke depan akan ada Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang dapat mengkonsolidasi hasil-hasil konversi motor listrik ini, sehingga bisa diproduksi secara massal, tidak hanya untuk motor plat merah," tambah Didik. "Ini sangat relevan dengan program pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik."

Siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Hansya Raisya, menceritakan proses konversi yang telah dia lakukan terhadap lebih dari 40 motor bertenaga bensin menjadi motor listrik ramah lingkungan. "Proses konversi motor listrik dimulai dengan melepas mesin bensin dan semua komponen terkait dari rangka motor. Kemudian motor listrik, baterai, dan controller dipasang pada rangka motor. Sistem kelistrikan motor harus dimodifikasi agar kompatibel dengan komponen baru. Setelah semua komponen terpasang, motor harus diuji coba untuk memastikan fungsinya," jelas Hansya.

Dengan keterlibatan aktif Muhammadiyah dan inovasi dari SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, diharapkan proyek konversi motor listrik ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi serta pemanfaatan energi ramah lingkungan. (Media Dikdasmen PP)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandun....

Suara Muhammadiyah

1 July 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah –Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh dan Pimpinan Pond....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Siti Aminah (RSUMSA) Bumiayu mengge....

Suara Muhammadiyah

28 January 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sukes menorehkan prestasi ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Rangkaian upacara puncak Wisuda dan Sumpah Profesi Universita....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah