PURWOREJO, Suara Muhammadiyah — Upaya meningkatkan kompetensi digital generasi muda sekaligus mendorong pembangunan desa berbasis teknologi dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “TKJ Go Broadband: Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Fiber Optik untuk Membangun Infrastruktur Internet Cepat dalam Mendorong Smart Village.” Kegiatan ini digelar di Aula SMK Muhammadiyah Purworejo pada Sabtu–Ahad, 14–15 Februari 2026.
Workshop tersebut diselenggarakan oleh tim dosen pengabdian masyarakat dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Kegiatan diikuti siswa-siswi program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) bersama empat guru pendamping. Pada hari pertama tercatat 26 peserta, sedangkan hari kedua diikuti 23 peserta.
Workshop menghadirkan materi teknis terkait teknologi fiber optik yang meliputi pemasangan fast connector, teknik splicing, hingga pengukuran redaman jaringan. Materi praktik dipandu oleh Bagus Candra Kumara, dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung dalam instalasi jaringan fiber optik yang saat ini menjadi tulang punggung infrastruktur internet berkecepatan tinggi.
Secara tidak langsung, pelatihan ini juga menyiapkan siswa menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan desa berbasis teknologi atau smart village. Infrastruktur internet cepat dinilai menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan publik digital, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pemerintahan desa berbasis teknologi.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Hamid Muhammad Jumasa, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah awal membekali siswa dengan kompetensi fiber optik yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Kegiatan workshop ini merupakan langkah awal untuk membekali siswa dalam menguasai kompetensi di bidang fiber optik guna menjawab tantangan infrastruktur smart village di masa depan,” ujarnya.
Secara tidak langsung, Hamid menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang menguasai teknologi jaringan broadband akan terus meningkat seiring transformasi digital desa. Oleh karena itu, pelatihan berbasis praktik menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja maupun kewirausahaan teknologi.
Anggota tim pengabdian masyarakat, Dewi Chirzah, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetensi fiber optik menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan, baik oleh industri telekomunikasi maupun dalam pembangunan desa digital.
“Program pengabdian ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membekali siswa SMK Muhammadiyah Purworejo dengan kompetensi yang sedang dibutuhkan saat ini, khususnya penunjang infrastruktur smart village dan kebutuhan industri,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan yang kompeten serta siap menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi praktik. Siswa tidak hanya mempelajari teknik instalasi fiber optik, tetapi juga memahami standar keselamatan kerja, prosedur pengujian jaringan, serta troubleshooting dasar.
Sejumlah peserta mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang belum sepenuhnya diperoleh di kelas. Praktik langsung dengan perangkat fiber optik menjadi nilai tambah dalam meningkatkan keterampilan teknis mereka.
Selain itu, guru pendamping menilai kegiatan ini membantu memperkaya proses pembelajaran berbasis proyek di sekolah, sekaligus memperluas wawasan siswa terkait peluang karier di bidang jaringan telekomunikasi.
Kegiatan TKJ Go Broadband menjadi contoh nyata implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen dan sekolah vokasi membuka peluang peningkatan kompetensi siswa sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Dalam konteks yang lebih luas, pelatihan ini diharapkan mampu mendukung percepatan digitalisasi desa melalui ketersediaan sumber daya manusia yang memahami teknologi jaringan broadband.
Dengan demikian, siswa tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai inovator lokal yang mampu mengembangkan layanan digital berbasis kebutuhan masyarakat desa.
Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap lahir generasi muda yang memiliki kompetensi teknis sekaligus kesadaran sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan desa digital. Infrastruktur internet cepat dinilai menjadi kunci dalam mendorong layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.
Workshop TKJ Go Broadband juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem teknologi yang berkelanjutan.
Dengan bekal keterampilan fiber optik, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan industri, tetapi juga berperan aktif mewujudkan smart village yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan kompetensi digital di tingkat sekolah vokasi menjadi investasi strategis bagi masa depan pembangunan daerah berbasis teknologi dan inovasi. (Akhmad/Nafisa)

