Sosialisasi Pembelajaran Mendalam di Mataram

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

689
Doc. sosialisasi

Doc. sosialisasi

MATARAM, Suara Muhammadiyah -Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) menggelar sosialisasi Pembelajaran Mendalam (PM) bagi Guru-guru SMA sederajat di Mataram. Bekerjasama dengan Al Wasath Institute dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram, Sabtu, 1 November 2025 di Kampus UMMAT. 

Selain menjadi ajang sosialisasi program Pembelajaran Mendalam (PM), acara yang dihadiri ratusan guru SLTA Se pulau Lombok juga menjadi ajang peningkatan kompetensi serta kapasitas Guru SMA/SMK.

Sebagai Narasumber Toni Toharudin selaku kepala Badan Standarisasi Kurikulum dan Asassmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Intan Dwi Hastuti (Akademisi UMMAT) dan Faozan Amar (Direktur Eksekutif Al Wasath Institute). 

Toni Toharudin menjelaskan latar belakang mengenai pentingnya Pembelajaran Mendalam adalah ; Perubahan masa depan yang sulit diprediksi, masalah mutu pendidikan, Bonus Demografi dan Kebutuhan atas kompetensi masa depan. 

“Untuk Mengatasi persoalan ini, Kemendikdasmen menghadirkan pendekatan pembelajaran mendalam agar menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan,” ujar Toni menambahkan. 

“Pembelajaran mendalam itu bukan pengganti kurikulum tetapi merupakan pendekatan belajar” tegas Toni menjawab pertanyaan peserta.

Intan Dwi Hastuti, Dosen PGSG UMMAT menyampaikan “Salah satu bagian penting dalam pembelajaran mendalam ini adalah 'Memuliakan'. Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini tentu selaras dengan prinsip dalam PM berkesadaran, bermakma dan menggembirakan," ujar Intan menambahkan. 

Selanjutnya Faozan Amar menjelaskan  tantangan dalam implementasi PM. “Tantangan bagi guru yakni tantangan Internal Guru, seperti  kurang kreatif, minim refleksi serta sering merasa paling benar,”kata Faozan.

Untuk Menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah menghadirkan 2 program utama, yakni, pertama, Peningkatan Kompetensi Guru Berupa Fasilitasi Pengembangan Jenjang Karir Guru.

Kedua, peningkatan Kesejahteraan Guru, seperti Tunjangan profesi bagi guru non-ASN, Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru PAUD nonformal non-ASN, dan Insentif guru non-ASN. 

“Jika guru bisa menjawab tantangan tersebut dan program pemerintah berjalan baik, saya optimis pembelajaran mendalam dapat berjalan maksimal dengan hasil yang optimal,” ujar Faozan menambahkan.

Acara Sosialisasi dibuka oleh rektor UMMAT Abdul Wahab dan sambutan oleh Dekan FKIP UMMAT Muhammad Nizaar serta para tamu undangan dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Mataram (IA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menggembirakan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indo....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY mengadaka....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhi melaksanakan kegiatan seremonial Launching SPMB 2026/....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Universitas Muhammadiyah Pu....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Jika tidak ingin perkembangan Muhammadiyah biasa-biasa saja, para p....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah