Stadium General SIM, Ruang Mencetak Kader Muhammadiyah yang Ideologis dan Adaptif

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

159
Pembukaan Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah

Pembukaan Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kader Muhammadiyah itu harus kuat secara ideologi dan adaptif bertransformasi sesuai dengan kebutuhan zaman.

Demikian Ahmad Zaki Annafiri mengemukakan dengan menititekankan tema “Penguatan Kader Ideologis-Transformatif, Menuju Pencerahan Muhammadiyah Abad Kedua.”

Tema itu diusung dalam Stadium Generale Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM), Rabu (15/7) di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan yang dibuka Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib.

Zaki mengatakan, Stadium Generale sebagai matarantai dari program SIM angkatan 2. “Selamat datang kepada 30 mahasiswa SIM,” katanya.

Khusus angkatan ini, Zaki menambahkan, selain kegiatan perkuliahan, di saat yang sama, juga ada bimbingan akademik. “Dari awal, para mahasiswa akan langsung kami bagi pembimbing akademik,” tutrurnya.

Lebih-lebih, mata kuliah SIM, yang disebut Zaki sangat dinamis. “Menyesuaikan apa yang kita butuhkan,” imbuh Wakil Direktur Bidang Akademik SIM itu.

Rektor UAD Muchlas menyampaikan, SIM memiliki peran sangat penting. Kenapa begitu? Katanya, banyak diaspora Muhammadiyah, tetapi tidak dilakukan pengkaderan untuk memperkuat jangkar wawasan kebangsaan dan ideologi Muhammadiyah.

“Tentu ini akan berbeda apabila kita di Muhammadiyah ini sekolah kader diaspora Muhammadiyah. Sehingga peran diaspora Muhammadiyah di birokrasi maupun di luar Persyarikatan selalu in line (sejalan) dengan cita-cita dan visi-misi Muhammadiyah,” tekannya.

Kelindan dengan itu, Iwan Setiawan mengharapkan, SIM yang diinisiasi MPKSDI PWM DIY ini bisa mencetak kader Persyarikatan yang bernas dan berkualitas.

“Saya rasa ide Insyaallah nanti bisa kita wujudkan,” ujarnya. Dengan harapan, tidak hanya menyasar berkaitan sekolah, tapi menyasar ke kampus-kampus Muhammadiyah. “Semoga bisa menjadi tonggak baru berkaitan perkaderan di Muhammadiyah,” sebutnya.

Sisi lain, Irwan sangat senang dengan kehadiran SIM ini. Mengapa? Menurutnya, SIM ini sebagai ruang penyegaran pemahaman hal ihwal Muhammadiyah secara utuh dan komprehensif.

“Sehingga pada akhirnya teman-teman ketika keluar dari SIM tidak diragukan lagi kekaderannya,” jelasnya.

Kekaderan itu, menurutnya, harus terus diperkuat. Melalui proses tersebut, mahasiswa SIM dapat memperdalam wawasan Kemuhammadiyahan dan memperkokoh pemahaman ideologi Muhammadiyah.

“Insyaallah akan mendalami lagi nanti bagaimana ideologi Muhammadiyah itu,” sebutnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, Masjid KH A....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Komitmen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dalam mewujudkan tra....

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Condongcatur kembali menunjukkan kualitasnya di tingk....

Suara Muhammadiyah

2 February 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - RSU Aisyiyah Muntilan menerima bantuan Ambulan dari BRI. Bantuan ini ....

Suara Muhammadiyah

23 October 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan terus memperlu....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah