Stadium General SIM, Ruang Mencetak Kader Muhammadiyah yang Ideologis dan Adaptif

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

368
Pembukaan Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah

Pembukaan Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kader Muhammadiyah itu harus kuat secara ideologi dan adaptif bertransformasi sesuai dengan kebutuhan zaman.

Demikian Ahmad Zaki Annafiri mengemukakan dengan menititekankan tema “Penguatan Kader Ideologis-Transformatif, Menuju Pencerahan Muhammadiyah Abad Kedua.”

Tema itu diusung dalam Stadium Generale Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM), Rabu (15/7) di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan yang dibuka Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib.

Zaki mengatakan, Stadium Generale sebagai matarantai dari program SIM angkatan 2. “Selamat datang kepada 30 mahasiswa SIM,” katanya.

Khusus angkatan ini, Zaki menambahkan, selain kegiatan perkuliahan, di saat yang sama, juga ada bimbingan akademik. “Dari awal, para mahasiswa akan langsung kami bagi pembimbing akademik,” tutrurnya.

Lebih-lebih, mata kuliah SIM, yang disebut Zaki sangat dinamis. “Menyesuaikan apa yang kita butuhkan,” imbuh Wakil Direktur Bidang Akademik SIM itu.

Rektor UAD Muchlas menyampaikan, SIM memiliki peran sangat penting. Kenapa begitu? Katanya, banyak diaspora Muhammadiyah, tetapi tidak dilakukan pengkaderan untuk memperkuat jangkar wawasan kebangsaan dan ideologi Muhammadiyah.

“Tentu ini akan berbeda apabila kita di Muhammadiyah ini sekolah kader diaspora Muhammadiyah. Sehingga peran diaspora Muhammadiyah di birokrasi maupun di luar Persyarikatan selalu in line (sejalan) dengan cita-cita dan visi-misi Muhammadiyah,” tekannya.

Kelindan dengan itu, Iwan Setiawan mengharapkan, SIM yang diinisiasi MPKSDI PWM DIY ini bisa mencetak kader Persyarikatan yang bernas dan berkualitas.

“Saya rasa ide Insyaallah nanti bisa kita wujudkan,” ujarnya. Dengan harapan, tidak hanya menyasar berkaitan sekolah, tapi menyasar ke kampus-kampus Muhammadiyah. “Semoga bisa menjadi tonggak baru berkaitan perkaderan di Muhammadiyah,” sebutnya.

Sisi lain, Irwan sangat senang dengan kehadiran SIM ini. Mengapa? Menurutnya, SIM ini sebagai ruang penyegaran pemahaman hal ihwal Muhammadiyah secara utuh dan komprehensif.

“Sehingga pada akhirnya teman-teman ketika keluar dari SIM tidak diragukan lagi kekaderannya,” jelasnya.

Kekaderan itu, menurutnya, harus terus diperkuat. Melalui proses tersebut, mahasiswa SIM dapat memperdalam wawasan Kemuhammadiyahan dan memperkokoh pemahaman ideologi Muhammadiyah.

“Insyaallah akan mendalami lagi nanti bagaimana ideologi Muhammadiyah itu,” sebutnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program ....

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa KKndik terintegrasi Kegiatan MBKM Bina Desa Program Studi PGS....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Koordinator Daerah (Korda) Su....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul kembali sukses menggelar Festival L....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah