Mengukir Harapan di Ujung Flores: Perjuangan Menegakkan SMK Muhammadiyah Manggarai Timur
Oleh: Wahyudin, Kader IMM Jogja, Tinggal di Nusa Tenggara Timur
Di pesisir utara Flores, di mana ombak mengecup tepian Pota dan angin gunung turun membawa kabar harapan, sebuah mimpi besar sedang dipahat. Membangun sebuah sekolah di tanah Manggarai Timur bukanlah sekadar menyusun bata di atas semen; ia adalah sebuah ritus perjuangan untuk menjemput masa depan dari rahim keterbatasan. SMK Muhammadiyah Manggarai Timur berdiri bukan hanya sebagai gedung, melainkan sebagai monumen cinta bagi ilmu pengetahuan.
Dan seperti yang kita ketahui pendidikan adalah pilar utama peradaban. Di daerah-daerah yang sedang berkembang, akses terhadap pendidikan vokasi yang berkualitas seringkali menjadi tantangan tersendiri. Namun, di balik tantangan tersebut, selalu ada tangan-tangan tangguh yang berjuang demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kisah berdirinya SMK Muhammadiyah Manggarai Timur di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah potret nyata perjuangan, dedikasi, dan sinergi yang melintasi batas perbedaan.
Perjalanan membangun SMK Muhammadiyah Manggarai Timur bukanlah sebuah perjalanan instan. Ia dimulai dari visi besar Pimpinan Cabang Pota dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Timur untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter. Perjuangan ini berakar dari tekad kuat tokoh-tokoh lokal, salah satunya Drs. Ahmad ZM (Pendiri Muhammadiyah Manggarai Timur), yang berjuang keras memastikan ketersediaan tanah dan dukungan masyarakat.
Salah satu momen paling mengharukan dan bersejarah dalam pendirian SMK Muhammadiyah Manggarai Timur adalah kenyataan bahwa sekolah ini berdiri di atas tanah wakaf yang di wakafkan oleh masyarakat Pota untuk pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat pota terhadap Muhammadiyah di Manggarai Timur sangatlah tinggi. Tanah wakaf tersebut menjadi fondasi utama yang di atasnya kemudian dibangun 4 lokal gedung sekolah yang diresmikan pada April 2025.
Tantangan dan Komitmen Vokasi
Mendirikan SMK di wilayah pesisir seperti Pota memiliki tantangan tersendiri, mulai dari infrastruktur hingga pemenuhan tenaga pendidik yang berkompeten. Namun, komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan tidak pernah surut. SMK Muhammadiyah Manggarai Timur hadir dengan fokus pada potensi lokal, yaitu jurusan Pertanian, Perikanan, dan Peternakan.
Tiga jurusan ini dipilih dengan cermat agar selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat serta mendukung ketahanan pangan nasional, sesuai dengan program pemerintah. Perjuangan ini didukung penuh oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT dan Universitas Muhammadiyah Kupang yang membantu pendanaan pembangunan gedung sekolah.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan dibukanya 50 siswa angkatan pertama. Kepala sekolah, Wahyudin, S.Kom, beserta para guru, terus berupaya meningkatkan profesionalisme melalui workshop kurikulum. Sekolah ini juga tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penanaman nilai-nilai karakter melalui Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1.
Uniknya, di tengah fokus membangun sekolah, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur juga secara aktif merajut toleransi, seperti kunjungan silaturahmi ke Pastor Paroki Pota untuk meminta wejangan tentang pengembangan karakter siswa. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah ini didirikan bukan untuk eksklusivitas, melainkan untuk memberikan kontribusi positif bagi seluruh masyarakat Manggarai Timur.
Membangun SMK Muhammadiyah Manggarai Timur adalah sebuah karya besar yang melibatkan air mata perjuangan, peluh, dan doa. Ia adalah simbol bahwa keterbatasan infrastruktur tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan pendidikan. Dengan semangat persatuan dan tekad "Sedikit Bicara, Banyak Bekerja", SMK Muhammadiyah Manggarai Timur telah, sedang, dan akan terus berjuang mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap berkarya bagi Flores dan Indonesia.

