Stella Christie Ajak Kader NA Perangi Bias Gender dan Mitos Perempuan Lemah di Bidang STEM

Suara Muhammadiyah

7 August 2026

269
Prof Stella Christie, AB., PhD. Foto: Cris

Prof Stella Christie, AB., PhD. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada tahun 2005, mantan Rektor Universitas Harvard Larry Summers pernah berargumentasi demikian, "Secara alamiah, kemampuan wanita di bidang matematika dan sains lebih rendah daripada pria."

Argumentasi itu dipatahkan oleh Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. "Tidak ada perbedaan kemampuan alamiah antara perempuan dan laki-laki dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika," tegasnya.

Berpokok pangkal pada bukti empiris Elizabeth Spelke, Psikolog kognitif Amerika, bahwa syak wasangka itu tidak mendasar.

"Bukti empiris menunjukkan bahwa sejak usia dini, tidak ada perbedaan signifikan secara statistik antara anak perempuan dan laki-laki dalam pemahaman angka, estimasi matematika, maupun geometri dasar," ungkapnya.

Bahkan, menurut Stella, pada beberapa kategori seperti performa tinggi (high performance) dan kemampuan navigasi spasial, anak perempuan sering kali mencatatkan hasil yang lebih unggul.

Demikian disampaikan di Forum Strategis Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Jumat (7/8) di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

Menurutnya, sejak lahir ke muka bumi, manusia telah dibekali kemampuan kognitif numerik yang setara tanpa membedakan gender. "Jadi bukan saja atau sama, tapi bahkan kadang itu anak perempuannya yang lebih hebat daripada anak laki-laki," bebernya.

Karena itu, Stella mewanti-wanti agar guru di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), tidak boleh berlaku diskriminasi. Juga berprasangka anak laki-lak lbih unggul dalam mata pelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

"Berdasarkan data survei global yang dipaparkan, persentase lulusan STEM perempuan di Indonesia hanya mencapai 12,39 persen, berbanding jauh dengan lulusan pria yang mencapai 29,3 persen," ulasnya.

Kenapa itu terjadi? Stella berujar, bias gender dan stereotip sosial yang tertanam di masyarakat. Hal ini berdampak pada diskriminasi proses rekrutmen kerja hingga penawaran tingkat gaji yang lebih rendah bagi kaum perempuan.

"Kita perangi mitos ini, harus kita perangi tendensi dari diri sendiri untuk memperlakukan anak-anak anak-anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki di dalam bidang matematika dan sains harus kita perangi ini," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mewanti-wanti agar masyarakat tidak beranggapan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mampu menjadi solusi netral dalam mengatasi bias.

"Penggunaan AI dalam rekrutmen atau pengambilan keputusan justru berpotensi memperburuk bias gender jika data histori yang digunakan untuk melatih sistem tersebut sudah terpolusi oleh stereotip manusia," ulasnya.

Menurutnya, AI mengambil keputusan berbasis data historis. "Sehingga sampah yang masuk akan menghasilkan sampah yang keluar (garbage in, garbage out). Jadi, datanya yang kita yang bias, yang keluarnya bias, bahan lebih bias lagi. imbuhnya.

Ketimpangan partisipasi perempuan dalam sektor produktif dinilai berdampak langsung pada efisiensi ekonomi dan sosial negara. Di sisi lain, perempuan justru mendominasi partisipasi dalam pendidikan tinggi di Indonesia, dengan proporsi mencapai 56 persen dari total mahasiswa.

Namun, Stella berkata, proporsi tersebut mengalami penurunan signifikan ketika perempuan memasuki dunia kerja, terutama pada sektor sains dan teknologi.

"Kemampuan yang diberikan Tuhan kepada perempuan harus kita kembangkan seoptimal mungkin. Kita semua bertanggung jawab untuk menghentikan penurunan bias ini kepada generasi mendatang demi kejayaan bangsa," pungkas Stella.(Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Empat Kader Muhammadiyah  Oleh: Saidul Amin, Rektor UMRI Terkadang Kader Muhammadiyah itu dap....

Suara Muhammadiyah

25 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyambut kunjungan ....

Suara Muhammadiyah

26 July 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah –   Tim Pengabdian Masyarakat yang merupakan kolaborasi lin....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unive....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali menunjukkan komitmen....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah