Tafsir Sebut Kehidupan Tidak Bisa Terlepas dari Kreativitas Seni dan Budaya

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

1649
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr KH Tafsir MAg. Doc. SM

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr KH Tafsir MAg. Doc. SM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Pengajian Ramadan 1445 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Ar Fakhruddin B Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (15/3) Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr KH Tafsir MAg mengatakan substansi purifikasi sangat penting diletakkan di dalam mengeksplorasi agama Islam secara autentikasi. 

Bagi Tafsir, spirit gerakan Muhammadiyah ialah gerakan Tajdid, berupaya menyelaraskan kondisi zaman yang terus mengalami transformasi. Dalam konteks kekinian, Tafsir menyoroti kecenderungan masyarakat yang menilai jika Muhammadiyah anti seni dan budaya. Padahal, sejak awal Muhammadiyah lekat dengan seni dan budaya. 

"Muhammadiyah sangat mengapresiasi dengan kebudayaan. Muhammadiyah tidak akan menghapus budaya dari gerakan dakwahnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tafsir menyebut Muhammadiyah menerbitkan produk berupa Ideologi Muhammadiyah, Dakwah Kultural Muhammadiyah, Seni Budaya Islam, dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Menurutnya, produk-produk ini menjadi manifestasi dari bentuk apresiasi Muhammadiyah terlibat dalam aktivitas kebudayaan dan aktivitas kesenian.

"Jadi menurut saya, ini ada dokumen resmi Muhammadiyah yang menyangkut Muhammadiyah dan budaya. Sehingga Muhammadiyah tetap melakukan dakwah yang berbudaya, sehingga pemberantasan TBC (Tahayul, Bid'ah, Churafat) tidak identik dengan pemberantasan budaya,” jelasnya.

Manusia, sebut Tafsir, sebagai makhluk kreativitas. Artinya denyut nadinya tidak bisa terlepas dari kreativitas yang menyangkut dengan beberapa cabang kehidupan, salah satunya cabang kebudayaan. 

“Bahkan bolak-balik saya menyampaikan perlunya melakukan jihad budaya. Karena kalau sampai ideologi kering, kemudian sepi dibanding Desember, itu artinya umat Islam kalah jihad budaya. Kalau Imlek lebih semarak dari Idulfitri, artinya umat Islam kalah jihad budaya. Tetapi kemeriahan sebuah agama juga diciptakan kreativitas umatnya,” paparnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Ribuan warga memadati Aula Gedung Dinas Pendidikan Makassar, Ah....

Suara Muhammadiyah

30 December 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Suasana khidmat dan penuh syukur mewarnai acara Tasyakuran Penggunaa....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara hi....

Suara Muhammadiyah

6 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Agung Danarto, MAg men....

Suara Muhammadiyah

8 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan silaturahmi ke Kantor Kedu....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah