Tak Bisa Terus Berbeda, KHGT sebagai Ijtihad Muhammadiyah Satukan Penanggalan Umat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
542
Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Haruskah kita terus berbeda seperti ini? Demikian sebuah pertanyaan reflektif Hilman Latief. Pertanyaan itu dilontarkan mengingat kerap terjadi perbedaan penetapan awal bulan krusial; Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Fenomena ini kemudian menjadi atensi Muhammadiyah. "Karena kita tidak bisa seperti ini terus (berbeda penetapan, red)," ungkap Hilman. Di situlah Muhammadiyah berupaya secara saksama untuk menyatukan penanggalan agar tidak sampai terjadi perbedaan.

Manifestasinya dengan merumuskan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Bagi Hilman, KHGT ini amat penting. "Untuk menyatukan umat," tegas Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut saat Pengajian Bulanan, Jumat (13/2) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Disebut Hilman, denyut nadi kehidupan umat manusia ditentukan oleh tanggal dan jam. "Dan itu realitas yang ada," terangnya.

Inilah kemudian menjadikan KHGT menjadi relevan dengan kebutuhan substansial peradaban manusia. "Ini adalah sebuah keputusan yang dirumuskan PP Muhammadiyah," jelasnya.

Disingkap Hilman, KHGT dalam implementasinya, niscaya banyak dinamikanya. Ada yang menerima, pun juga ada yang menafikannya.

"Tetapi, warga Muhammadiyah setidaknya tahu seperti apa misinya, arahnya akan seperti apa, dinamikanya bagaimana," ujar Hilman.

Sebab, dengan adanya KHGT ini, menunjukkan Muhammadiyah melakukan Sustainable innovation. Maknanya, Muhammadiyah terus berinovasi dengan menjangkarkan pada basis keilmuan yang kuat.

"Ini membuktikan Muhammadiyah terus berkembang, terus bergerak, dan di dalam ilmu tidak ada yang final," bebernya.

Lebih-lebih hal tersebut menyangkut ilmu alam semesta. "Teorinya baru, bukti-buktinya juga baru," pungkasnya. Walhasil kehadiran kalender global ini sangat penting dan dibutuhkan oleh umat.

Dalam pengajian ini, menghadirkan Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Maesyaroh, Anggota Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA)  Kabupaten Purworejo menggelar ....

Suara Muhammadiyah

29 June 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Saat membuka Rakerwil II Lembaga Pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan edukati....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Aktivis dakwah yang juga intelektual Muhammadiyah Yusron Asrofie, m....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Zakat, Infak, dan Shadaqah (Lazismu) Pulang Pisau m....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah