Tak Bisa Terus Berbeda, KHGT sebagai Ijtihad Muhammadiyah Satukan Penanggalan Umat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
584
Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Haruskah kita terus berbeda seperti ini? Demikian sebuah pertanyaan reflektif Hilman Latief. Pertanyaan itu dilontarkan mengingat kerap terjadi perbedaan penetapan awal bulan krusial; Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Fenomena ini kemudian menjadi atensi Muhammadiyah. "Karena kita tidak bisa seperti ini terus (berbeda penetapan, red)," ungkap Hilman. Di situlah Muhammadiyah berupaya secara saksama untuk menyatukan penanggalan agar tidak sampai terjadi perbedaan.

Manifestasinya dengan merumuskan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Bagi Hilman, KHGT ini amat penting. "Untuk menyatukan umat," tegas Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut saat Pengajian Bulanan, Jumat (13/2) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Disebut Hilman, denyut nadi kehidupan umat manusia ditentukan oleh tanggal dan jam. "Dan itu realitas yang ada," terangnya.

Inilah kemudian menjadikan KHGT menjadi relevan dengan kebutuhan substansial peradaban manusia. "Ini adalah sebuah keputusan yang dirumuskan PP Muhammadiyah," jelasnya.

Disingkap Hilman, KHGT dalam implementasinya, niscaya banyak dinamikanya. Ada yang menerima, pun juga ada yang menafikannya.

"Tetapi, warga Muhammadiyah setidaknya tahu seperti apa misinya, arahnya akan seperti apa, dinamikanya bagaimana," ujar Hilman.

Sebab, dengan adanya KHGT ini, menunjukkan Muhammadiyah melakukan Sustainable innovation. Maknanya, Muhammadiyah terus berinovasi dengan menjangkarkan pada basis keilmuan yang kuat.

"Ini membuktikan Muhammadiyah terus berkembang, terus bergerak, dan di dalam ilmu tidak ada yang final," bebernya.

Lebih-lebih hal tersebut menyangkut ilmu alam semesta. "Teorinya baru, bukti-buktinya juga baru," pungkasnya. Walhasil kehadiran kalender global ini sangat penting dan dibutuhkan oleh umat.

Dalam pengajian ini, menghadirkan Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Maesyaroh, Anggota Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Lima mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam Universita....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Berita

Pesan PWM Sulsel: Terdepan Cetak Panrita Kitta SINJAI, Suara Muhammadiyah - Universitas Islam Ahmad....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono ....

Suara Muhammadiyah

29 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HA....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Pada  28 Januari 2024, sinergi dan kolaborasi yang erat antara Ruma....

Suara Muhammadiyah

1 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah