Tak Cukup dengan Sematan "Ahmad Dahlan", UAD Harus Lahirkan Dahlan Muda Masa Depan

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

166
Prof Dr Irwan Akib, MPd

Prof Dr Irwan Akib, MPd

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Perguruan tinggi saat ini berlomba-lomba meraih predikat unggul. Namun, Irwan Akib menegaskan, keunggulan dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, merupakan proses yang tidak pernah berakhir.

“Kita tidak boleh mengatakan kita sudah berada di puncak. Karena kalau sudah dipuncak, pada saatnya nanti akan turun,” tegas Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Karenanya, Irwan mendorong kepada seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah, lebih-lebih Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, agar tidak berpuas diri dengan capaian yang telah diraih, tetapi terus berbenah dan meningkatkan kualitas untuk mencapai keunggulan.

“Universitas Ahmad Dahlan akan terus berbenah meraih keunggulan-keunggulan itu, sehingga grafiknya terus naik,” ujar Irwan, Senin (12/10) saat Kick Off Penerimaan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan 2027 di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Di samping itu, prestasi juga diminta Irwan untuk terus ditingkatkan. Ia berpesan agar jangan terjebak dalam kemilau kepuasan hatta capaian prestasi yang telah ditorehkan hari ini.

“Tentu itu bukan menjadi sesuatu yang harus selesai sampai di situ. Kita harus terus berbenah, sehingga prestasi-prestasi yang dicapai oleh Universitas Ahmad Dahlan ke depannya terus ditingkatkan,” katanya, seraya mengapresiasi capaian prestasi para dosen dan mahasiswa terus mengalami peningkatan secara periodik.

Bersamaan dengan itu, Irwan mengingatkan kampus ini punya tanggung jawab besar dalam mendidik generasi penerus bangsa. Dengan sematan nama “Ahmad Dahlan”, seyogyanya para mahasiswanya juga punya karakter seperti pendiri Muhammadiyah tersebut.

“Kiai Dahlan itu orangnya rasional. Ketika orang belum tahu ilmu astronomi, beliau sudah menggunakan ilmu falak, ilmu astronomi untuk meluruskan arah kiblat,” jelasnya.

Selain itu, karakter berikutnya adalah teguh pendirian. Ketika telah bertekad dan diyakini sebagai kebenaran Dahlan akan berjuang untuk mewujudkannya.

Ketiga, peka terhadap persoalan yang ada. Keempat, visioner. “Saya tidak bisa membayangkan UAD ada hari ini tanpa pikiran visioner dari seorang Kiai Dahlan, sehingga Muhammadiyah bisa sampai berusia 114 tahun,” bebernya.

Sampai saat ini, Muhammadiyah berhasil menjalankan dakwah di bidang pendidikan. “Dengan 164 perguruan tinggi, salah satunya Universitas Ahmad Dahlan,” sambungnya.

Irwan berharap, sematan “Ahmad Dahlan” di perguruan tinggi itu, bisa melahirkan Dahlan-Dahlan muda ke depannya. “Yang punya karakter, yang punya kemiripan dengan Kiai Dahlan,” lanjut Ketua Badan Pembina Harian Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta tersebut. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menyambut kedatangan rombongan dari d....

Suara Muhammadiyah

23 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Maccini dan Malimongan Baru (Mimba....

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan me....

Suara Muhammadiyah

1 January 2025

Berita

Mengedepankan Nilai Universal, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur Hadirkan Pembelajaran Ismuba yang In....

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah