Tak Lagi Membosankan, Gerakan ‘Gegem’ Transformasikan Pengajian Jadi Ajang Inspiratif Anak Muda

Suara Muhammadiyah

17 June 2026

266
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ranting memang peranan substansial dalam gerak dakwah Muhammadiyah di akar rumput. Demikian dikemukakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman.

“Kalau Ranting sudah tidak ada gerakan, tanda bahwa spirit Persyarikatannya sudah mulai luntur,” tegasnya.

Agus mengemukakan itu saat Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) ke-12 Muntilan, di Lapangan Volybal Gerangan, Sriwedari, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (16/6).

Lebih dalam lagi, Agus mendorong agar Ranting harus bisa menghidupkan pengajian. “Itu harus hidup,” tekannya.

Mengambil sampel, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Muntilan, terdapat program Gerakan Gerangan Mengaji (Gegem). Menariknya, pengajian ini dikategorisasikan sesuai kelompok.

“Yang muda-muda tempatnya sendiri, anak-anak TPA tempatnya sendiri. Itu luar biasa,” ujarnya.

Diakui kalau model pengajian disatupadukan antara anak-anak, anak muda, dan orang tua, yang tampak dipermukaan pengajian itu terkesan tidak menarik.

“Sebab orang tua zaman sekarang, jika diajak mengaji bersama anak muda, anak mudanya yang tidak ikut (mendengarkan) kasihan ustaznya. Saat mau menyampaikan materi pun menjadi bingung,” bebernya.

Lain halnya jika materi pengajian dikontekstualisasikan dengan anak muda, maka tampilan pengajian itu tidak kaku, beku, dan membosankan. Justru, lebih menarik dan menjadi ruang diskusi yang dinamis dan relevan sezamannya.

“Maka dari itu, ini luar biasa sekali. Anak muda dikumpulkan tersendiri. Lalu anak-anak dipisah sendiri, dan orang tua juga sendiri,” urai Agus.

Pengemasan pengajian seperti itu menjadi penting. Di samping mengajak anak muda mengisi pasokan spiritual, di saat yang sama mengurangi anak muda untuk menggulirkan layar gadget.

“Spirit Pengajian Gegem itu mengurangi exposure (keterpaparan) dari media atau yang sekarang ini orang-orang sebut sebagai smartphone,” katanya.

Di situlah titik temu dari Pengajian Gegem. Yang disebut Agus, penting untuk dijadikan inspirasi bagi Cabang dan Ranting di daerah-daerah lain. “Bagian yang tidak terpisahkan yang harus terus dibangun,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah – Menutup lembaran tahun dengan keberkahan bukan sekadar tentan....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada momen libur panjang Idul Adha 1447 H, Angkatan Muda Muha....

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah – Komitmen Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

27 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melepas sebanyak 819 Mahas....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanganan ....

Suara Muhammadiyah

3 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah