Tanwir 1 Aisyiyah Periode 2022-2027 Bahas Program Makan Bergizi Gratis

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
203
Konferensi Pers Tanwir 1 Aisyiyah. Foto: Cris

Konferensi Pers Tanwir 1 Aisyiyah. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program yang tengah dijalankan dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yaitu Makan Bergizi Gratis. Program ini juga menjadi salah satu hal isu strategis yang dibahas dalam Tanwir 1 Aisyiyah Periode 2022-2027.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah mengatakan, program ini akan terus dikawal oleh Aisyiyah dan dapat dipenuhi dari sumber bahan pangan dalam negeri dengan memperhatikan asupan gizi.

“Saya kira itu juga menjadi isu yang dikawal Aisyiyah dan Muhammadiyah. Sehingga memang akan menjadi program yang optimal dan tentu sesuai dengan cita-cita atau tujuan yang diinginkan dari makan bergizi sehat ini,” katanya, Selasa (14/1) di Auditorium KH Ahmad Dahlan Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Seturut dengan itu, Bendahara PP Aisyiyah Rita Pranawati mengungkapkan, program ini punya banyak makna. Ia mengatakan bahwa, Aisyiyah bersama Muhammadiyah telah menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita sudah menyiapkan para ahli untuk juga melihat komposisi gizi dan sebagainya. Sebenarnya ini juga ditinjaklanjuti oleh banyak kementerian, terutama untuk anak-anak kita,” jelasnya.

Rita menerangkan, pemberlakuan program Makan Bergizi Gratis dinilai positif. Sebab, dari program ini secara tidak langsung mengajarkan kepada anak-anak hal ihwal makanan yang bergizi, sehat, dengan yang tidak sehat atau laik dikonsumsi.

“Makan bergizi ini mengajarkan anak-anak Indonesia. Kita tahu anak-anak Indonesia banyak yang mengalami stunting, itu akan menjadi catatan penting untuk mengajarkan makan bergizi dengan baik,” terangnya.

Pada saat bersamaan, Rita membeberkan jika Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya untuk tujuan Indonesia Emas 2045. Tapi lebih dari itu sebagai upaya membangun karakter anak Indonesia.

Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayyinah menambahkan, program tersebut dapat dipenuhi dari sumber bahan pangan dalam negeri dengan memperhatikan asupan gizi. Menurut Salmah, Aisyiyah melakukannya, karena punya para tenaga-tenaga ahli dibidangnya untuk kemudian dilakukan uji coba diberbagai tempat. 

“Aisyiyah punya ahli gizi. Jadi kita manfaatkan tenaga-tenaga ahli di perguruan tinggi, itu kita optimalkan. Kita sudah melakukan uji coba di Sulawesi Selatan di Pondok Umul Mu’minin, Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat di Yogyakarta, dan di UNISA,” katanya.

Salmah mengingatkan agar pemerintah juga menaruh perhatian pada perempuan petani yang banyak berkontribusi pada sektor pertanian. Namun, belum banyak mendapatkan pengakuan identitas. “Sehingga tidak mudah mengakses program pertanian maupun program peningkatan kapasitas,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Suasana kebahagiaan dan semangat yang memenuhi ruang pertemuan Mus....

Suara Muhammadiyah

1 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Muhammadiyah Multimedia (MM) Ki....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi dari berbagai....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Tiga pemelajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas M....

Suara Muhammadiyah

12 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jawa Barat bekerja sama dengan....

Suara Muhammadiyah

31 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah