Tarawih Berjamaah, Menyatukan Hati Umat

Publish

5 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
296
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Tarawih Berjamaah, Menyatukan Hati Umat

Penulis: M. Saifudin, Pengasuh Pondok Modern Muhammadiyah Sangen

Suatu malam di bulan Ramadan, lebih dari 1.400 tahun lalu, Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu keluar menuju Masjid Nabawi bersama sahabatnya, Abdurrahman bin Abdul Qari. Setibanya di sana, beliau melihat kaum Muslimin melaksanakan shalat malam dalam keadaan terpisah-pisah.

Ada yang shalat sendirian, ada pula yang membentuk kelompok-kelompok kecil di sudut-sudut masjid. Mereka semua beribadah kepada Allah secara individu, belum dalam satu kebersamaan. Melihat keadaan itu, Umar berkata, “Menurut pendapatku, jika aku kumpulkan mereka di belakang satu qari (imam), tentu itu lebih baik.” (HR. Muhammad al-Bukhari)

Beliau kemudian menunjuk Ubayy bin Ka'b radhiyallahu ‘anhu sebagai imam. Malam berikutnya, kaum Muslimin melaksanakan shalat malam satu jamaah. Saf mereka tersusun rapi, rukuk dan sujud dilakukan bersama secara teratur dalam satu komando, sang imam memimpin jamaah dengan khusyu’.

Melihat pemandangan itu, Umar berkata:

نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ

“Sebaik-baik bid’ah adalah ini.”

Ungkapan Umar ini bukanlah bermaksud membuat ajaran baru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengimami para sahabat dalam qiyam Ramadan beberapa malam. Namun beliau menghentikannya karena khawatir umat mengira shalat itu menjadi wajib. Setelah wafatnya Nabi, kaum Muslimin kembali melaksanakannya secara sendiri-sendiri.

Apa yang dilakukan Umar hanyalah menghidupkan kembali sunnah yang pernah dicontohkan, agar umat dapat beribadah dalam satu saf dan satu kebersamaan.

Dari peristiwa ini kita bisa mengampil pelajaran, bahwa tarawih berjamaah melatih kita akan pentingnya kebersamaan dalam kehadiran yang disertai persatuan hati. Makmum mengikuti imam dengan khusyuk, gerakan dilakukan serempak, suasana hati menjadi lebih tenang dan kuat.

Para ulama menjelaskan bahwa shalat berjamaah membantu seseorang lebih fokus dan lebih khusyuk. Ketika berdiri dalam satu barisan, kita saling menguatkan. Seperti jari-jari yang terpisah, lalu menggenggam menjadi satu tangan yang kokoh.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian.” (Muttafaq ’Alaih)

Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu melakukan hal itu sebagai bentuk kepekaan seorang pemimpin terhadap kondisi umat. Ia melihat ibadah yang berjalan sendiri-sendiri, lalu menyatukannya. Dari sinilah shalat malam di bulan Ramadhan atau yang dikenal dengan shalat tarawih, yang dilakukan secara berjamaah, sebagai ibadah yang sarat dengan pesan kuat untuk mengeratkan ukhuwah.

Sampai hari ini, shalat tarawih berjamaah tetap hidup di masjid-masjid. Saf tersusun rapi, imam memimpin dengan khusyu’ dan makmum mengikuti dengan disiplin. Dalam kebersamaan itu, ada doa yang sama, harapan yang sama, hati yang saling menguatkan dan jiwa yang saling berbagi kekhusyu’an.

Tarawih berjamaah bukan sekadar rutinitas tahunan, adalah momen menyatukan hati umat dalam ibadah yang indah, mengembalikan fitrah manusia sebagai makhluk yang cenderung hidup dalam  kebersamaan, dalam bingkai kemasyarakatan. Sebagaimana diungkapkan oleh Ki Bagus Hadikusumo dalam naskah asli MADM 1945:

“Hidup bermasyarakat itu adalah sunnatullah, atas hidup manusia di dunia ini.”

Dari kebersamaan itulah cita-cita masyarakat Islam yang sebenar-benarnya menemukan jalannya, karena, masyarakat yang kokoh itu berdiri di atas persatuan hati, kebersamaan dalam kehadiran, menuju satu tujuan, ridha Allah Ta’ala.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Kembali ke Hakikat IMM  Penulis: Muh Akmal Ahsan, Ketua DPP IMM Bidang Ristek Ikatan Mahasisw....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Wawasan

Harmoni Tarik-Ulur Oleh: Iu Rusliana, Dosen Program Magister Manajemen Uhamka Jakarta, Sekretaris P....

Suara Muhammadiyah

19 September 2025

Wawasan

Enhancing Kader Muhammadiyah dalam Kiprah Kebangsaan Oleh: Achmad Hilal Madjdi, Wakil Ketua PDM Kud....

Suara Muhammadiyah

25 December 2023

Wawasan

Darurat Mental Health: Upaya Mitigasi Dalam Perspektif Psikologi Islam Oleh: Revvina Agustianti Sub....

Suara Muhammadiyah

13 December 2024

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah, Ketua PDNA Purworejo periode 2012_2022, Ketua PDA Purworejo Periode 2022_20....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah