Tembus Pasar Eropa, Inovasi Briket Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa Muhammadiyah

Publish

16 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
130
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi melalui inovasi produk ramah lingkungan yang mampu menembus pasar internasional. Muhammad Aryo Lambang, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan angkatan 2023, bersama timnya berhasil mengembangkan briket berbahan arang tempurung kelapa yang kini diminati pasar Eropa dan Asia.

Inovasi briket tersebut berangkat dari kepedulian Aryo terhadap melimpahnya limbah tempurung kelapa di Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tempurung kelapa memiliki kandungan karbon cukup tinggi, yakni sekitar 60–70 persen, sehingga mampu menghasilkan panas yang stabil dengan daya bakar mencapai dua hingga tiga jam.

“Selama ini batok kelapa sering dianggap tidak bernilai. Padahal di luar negeri, khususnya Eropa, bahan ini justru dicari karena termasuk sumber energi hijau,” ujar Aryo saat diwawancarai tim Humas UMY di Prodi Ilmu Pemerintahan UMY, Kamis (15/1).

Dalam proses produksinya, tempurung kelapa diolah menjadi arang, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan tepung kanji sebagai perekat sebelum dicetak menjadi briket siap pakai. Selain memanfaatkan limbah biomassa, briket ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi menjadi alternatif bahan bakar berkelanjutan pengganti energi konvensional.

Produk inovasi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMY tersebut kini telah dipasarkan ke berbagai negara, seperti Prancis, Portugal, dan Belanda, serta menjangkau pasar Asia, termasuk Jepang, Korea, dan kawasan Asia Tenggara. Tingginya permintaan tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran global terhadap penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.

“Di Indonesia, penggunaan briket masih terbatas, terutama di sektor kuliner. Namun di Eropa, kesadaran akan energi hijau sudah sangat tinggi, sehingga peluang pasarnya jauh lebih besar,” jelasnya.

Aryo menegaskan bahwa inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan tidak hanya berkutat pada kajian politik dan birokrasi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret melalui kewirausahaan berbasis lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan bisa berpikir strategis, membaca peluang pasar, dan menciptakan produk yang berdampak secara ekonomi maupun lingkungan,” tuturnya.

Melalui inovasi briket tempurung kelapa ini, mahasiswa UMY tidak hanya membangun usaha mandiri, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi hijau dan agenda keberlanjutan global, sejalan dengan semangat sociopreneurship yang mengedepankan nilai sosial dan lingkungan. (Jeed)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PAREPARE, Suara Muhammadiyah - Jamaluddin Ahmad resmi menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Parep....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang mengadakan kunjungan stu....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Ratusan mahasiswa dan dosen prodi Manajemen UM Bandung melakukan....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

Download Logo Milad Muhammadiyah ke-112 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada 18 November 202....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tradisi Idul Fitri di Indonesia sekurangnya ditandai dua hal yakni ket....

Suara Muhammadiyah

31 March 2025