Tembus Pasar Eropa, Inovasi Briket Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

16 January 2026

685
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi melalui inovasi produk ramah lingkungan yang mampu menembus pasar internasional. Muhammad Aryo Lambang, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan angkatan 2023, bersama timnya berhasil mengembangkan briket berbahan arang tempurung kelapa yang kini diminati pasar Eropa dan Asia.

Inovasi briket tersebut berangkat dari kepedulian Aryo terhadap melimpahnya limbah tempurung kelapa di Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tempurung kelapa memiliki kandungan karbon cukup tinggi, yakni sekitar 60–70 persen, sehingga mampu menghasilkan panas yang stabil dengan daya bakar mencapai dua hingga tiga jam.

“Selama ini batok kelapa sering dianggap tidak bernilai. Padahal di luar negeri, khususnya Eropa, bahan ini justru dicari karena termasuk sumber energi hijau,” ujar Aryo saat diwawancarai tim Humas UMY di Prodi Ilmu Pemerintahan UMY, Kamis (15/1).

Dalam proses produksinya, tempurung kelapa diolah menjadi arang, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan tepung kanji sebagai perekat sebelum dicetak menjadi briket siap pakai. Selain memanfaatkan limbah biomassa, briket ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi menjadi alternatif bahan bakar berkelanjutan pengganti energi konvensional.

Produk inovasi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMY tersebut kini telah dipasarkan ke berbagai negara, seperti Prancis, Portugal, dan Belanda, serta menjangkau pasar Asia, termasuk Jepang, Korea, dan kawasan Asia Tenggara. Tingginya permintaan tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran global terhadap penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.

“Di Indonesia, penggunaan briket masih terbatas, terutama di sektor kuliner. Namun di Eropa, kesadaran akan energi hijau sudah sangat tinggi, sehingga peluang pasarnya jauh lebih besar,” jelasnya.

Aryo menegaskan bahwa inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan tidak hanya berkutat pada kajian politik dan birokrasi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret melalui kewirausahaan berbasis lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Pemerintahan bisa berpikir strategis, membaca peluang pasar, dan menciptakan produk yang berdampak secara ekonomi maupun lingkungan,” tuturnya.

Melalui inovasi briket tempurung kelapa ini, mahasiswa UMY tidak hanya membangun usaha mandiri, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi hijau dan agenda keberlanjutan global, sejalan dengan semangat sociopreneurship yang mengedepankan nilai sosial dan lingkungan. (Jeed)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Bagi Albar Yuwar Dhanuwinata, kuliah Agribisnis menjadi menarik ....

Suara Muhammadiyah

7 September 2026

Berita

Kunjungi Camp Peat KHDTK Tumbang Nusa PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Ke....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW....

Suara Muhammadiyah

7 February 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Suatu penghargaan dan apresiasi tinggi bagi organisasil pengelola zakat....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan ke salah satu un....

Suara Muhammadiyah

21 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah