Terbaik, Dua Dosen Unismuh Raih Penghargaan Konferensi Pangan 2026

Suara Muhammadiyah

8 October 2026

85
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Dua dosen dari disiplin ilmu berbeda berhasil meraih penghargaan Presenter Terbaik dan Poster Terbaik dalam Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan (KISPB) 2026 Seri Sulawesi Selatan yang berlangsung di Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Rabu (7/10/2026).

Kedua akademisi tersebut adalah Dr. Khaeriyah Darwis, S.P., M.Si., dosen Program Studi Agribisnis, dan Muhammad Randhy Akbar, S.IP., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar.

Khaeriyah Darwis berhasil meraih penghargaan Presenter Terbaik, sedangkan Muhammad Randhy Akbar memperoleh penghargaan Poster Terbaik. Prestasi keduanya menjadi bagian dari kontribusi akademisi Unismuh Makassar dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Konferensi ini diselenggarakan ICRAF Indonesia (World Agroforestry) melalui program Land4Lives atau Lahan untuk Kehidupan, bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, serta didukung Global Affairs Canada (GAC).

Kegiatan tersebut menjadi forum pertukaran pengetahuan dan hasil penelitian mengenai sistem pangan berkelanjutan, sekaligus mempertemukan kalangan akademisi dengan para pemangku kepentingan dalam pengembangan kebijakan pangan berbasis bukti ilmiah.

Khaeriyah Darwis Angkat Potensi Pangan Lokal Nonberas

Penghargaan Presenter Terbaik diraih Dr. Khaeriyah Darwis melalui penelitian yang mengangkat potensi pangan lokal nonberas dalam mendukung diversifikasi konsumsi dan ketahanan gizi masyarakat.

Dalam konferensi tersebut, Khaeriyah tampil pada Tema 3, yakni Diversifikasi Konsumsi, Sistem Pangan Lokal, dan Resiliensi Gizi Komunitas.

Ia mempresentasikan penelitian berjudul “Pangan Lokal Nonberas, Diversifikasi Konsumsi, dan Resiliensi Gizi di Sulawesi Selatan: Sebuah Scoping Review.”

Penelitian tersebut memetakan berbagai potensi komoditas pangan lokal nonberas yang dapat dikembangkan untuk memperkuat keberagaman konsumsi pangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Kajian ini juga memberikan perhatian terhadap hubungan antara pemanfaatan pangan lokal dan kemampuan masyarakat dalam mempertahankan ketahanan gizi.

Melalui pendekatan scoping review, Khaeriyah menelaah dan memetakan pengetahuan ilmiah mengenai pangan lokal, diversifikasi konsumsi, serta resiliensi gizi komunitas.

Penelitian tersebut memiliki relevansi dengan upaya membangun kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya dan potensi lokal.

Diversifikasi pangan menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperluas pilihan konsumsi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis pangan pokok.

Randhy Akbar Teliti Kebijakan Tata Ruang dan Ketahanan Pangan

Prestasi lainnya diraih Muhammad Randhy Akbar, S.IP., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar.

Ia memperoleh penghargaan Poster Terbaik melalui karya ilmiah berjudul “Implikasi Kebijakan Penataan Ruang terhadap Resiliensi Rantai Pasok Pangan Lokal di Kota Makassar.”

Penelitian tersebut mengkaji keterkaitan antara kebijakan penataan ruang perkotaan dengan keberlanjutan distribusi pangan lokal.

Fokus kajiannya diarahkan pada dampak kebijakan tata ruang terhadap kelancaran rantai pasok pangan, keberadaan pusat distribusi, serta keberlanjutan pasar lokal di Kota Makassar.

Melalui perspektif ilmu pemerintahan, penelitian tersebut menempatkan kebijakan publik sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan sistem pangan perkotaan.

Perkembangan kota dan perubahan pemanfaatan ruang memiliki keterkaitan dengan keberadaan sarana distribusi pangan yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, perencanaan pembangunan perkotaan perlu mempertimbangkan keberlanjutan sistem distribusi pangan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Kajian Randhy Akbar memperlihatkan bahwa persoalan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga berhubungan dengan tata kelola pemerintahan, kebijakan ruang, dan keberlanjutan distribusi.

Kontribusi Ilmiah bagi Pembangunan Berkelanjutan

Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan 2026 Seri Sulawesi Selatan menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai persoalan sistem pangan.

Forum tersebut diisi dengan presentasi makalah ilmiah, sesi poster, serta dialog multipihak yang bertujuan memperkuat hubungan antara hasil penelitian dan pengambilan kebijakan.

Melalui kegiatan ini, pengetahuan ilmiah mengenai sistem pangan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

Keberhasilan Khaeriyah Darwis dan Muhammad Randhy Akbar meraih penghargaan memperlihatkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam menjawab tantangan pembangunan pangan berkelanjutan.

Penelitian Khaeriyah menitikberatkan pada pemanfaatan pangan lokal dan ketahanan gizi masyarakat, sedangkan kajian Randhy menyoroti peran kebijakan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan.

Kedua penelitian tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Prestasi kedua dosen tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya akademik dan penelitian di lingkungan Unismuh Makassar.

Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Unismuh Makassar mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pemanfaatan hasil penelitian bagi kemajuan masyarakat.

Pada  kerangka Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kegiatan penelitian memiliki peran penting untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat mendukung pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kajian mengenai diversifikasi pangan lokal dan kebijakan ketahanan pangan juga memiliki keterkaitan dengan semangat pemberdayaan masyarakat, kemandirian ekonomi, dan pembangunan yang berkeadilan.

Melalui penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, perguruan tinggi diharapkan dapat menghadirkan solusi akademik terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Penghargaan yang diraih Khaeriyah Darwis dan Muhammad Randhy Akbar sekaligus menegaskan kontribusi dosen Unismuh Makassar dalam mempertemukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (yahya).


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengukuhkan....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -“Kami mengangkat tema terkait dengan masalah karakter atau mas....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah – Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Hadisaputra, men....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali digdaya. Salah satu siswa terbaiknya.....

Suara Muhammadiyah

25 November 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Aula SMA Muhammadiyah 1 Palembang dipadati oleh ratusan pejuan....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah