Tim Dosen UMS Ciptakan Teknologi Mesin Pencacah, Tingkatkan Omzet Pupuk Syamsun Farm Hingga 32%

Suara Muhammadiyah

8 August 2025

995
UMS

UMS

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim dosen P2AD Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membantu peternakan kambing Syamsun Farm di Kartasura mengatasi dua masalah krusial: pengolahan limbah organik yang tidak optimal dan pemasaran konvensional. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka menghadirkan solusi teknologi mesin pencacah limbah dan pelatihan digital marketing, yang berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi peternak.

Transformasi Pengolahan Limbah

Syamsun Farm, yang dikelola Majelis Ekonomi Muhammadiyah Cabang Kartasura, sebelumnya menghadapi penumpukan limbah organik (rumput) dan kotoran kambing. Pengolahan manual memakan waktu 22 menit per 2 kg kotoran kering, menyebabkan produksi pupuk terhambat dan risiko pencemaran lingkungan.

Tim UMS yang dipimpin Dr. Liana Mangifera, S.E., M.M. memperkenalkan mesin pencacah limbah ternak berkapasitas tinggi. Alat ini memangkas waktu pengolahan menjadi hanya 3,05 menit untuk volume sama. "Mesin ini mengolah sisa pakan dan kotoran kering menjadi bahan pupuk kompos bernilai tinggi," jelas Liana.

Revolusi Pemasaran Digital

Di sisi pemasaran, Syamsun Farm sebelumnya hanya mengandalkan penjualan langsung ke pedagang tanaman (Rp5.000/karung pupuk) atau penawaran kambing ke masjid saat Idul Adha. Tim P2AD UMS melatih pembuatan Google Bisnisku dan optimasi kata kunci berbasis data Google Trends.

"Kami ajarkan strategi agar produk muncul di pencarian teratas, seperti menggunakan kata kunci 'pupuk organik' dan 'tanaman'," tambah Kusuma Wijayanto, anggota tim. Akun marketplace (Shopee, Tokopedia) dan media sosial (Facebook, Instagram) juga dibuat untuk memperluas jangkauan.

Dampak Nyata: Omzet Naik 32%

Omzet bulanan pupuk melonjak dari Rp250.000 menjadi Rp380.000 (naik 32%). Meski produksi turun dari 50 karung/bulan menjadi 38 karung, bobot per karung dinaikkan dari 15 kg menjadi 25 kg dengan harga jual Rp10.000/karung. Produk kini dikemas eksklusif dengan branding "Syamsun Farm" (Lihat Gambar dibawah).

"Pendapatan meningkat karena nilai jual pupuk lebih tinggi berkat pengemasan profesional dan pemasaran digital," ujar Fitra Siswanto, Ketua Pelaksana Syamsun Farm.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebuah inovasi yang berawal dari pemahaman sederhana terhadap ke....

Suara Muhammadiyah

2 July 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekanbaru menyampaikan kritik ker....

Suara Muhammadiyah

20 March 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Dua mobil hemat energi karya mahasiswa Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

10 September 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Puluhan ribu warga Muhammadiyah dan masyarakat umum diperkirakan ....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - Kajian akbar wali santri Ponpes Dimsa (Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen)....

Suara Muhammadiyah

30 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah