Tim Dosen UMS Ciptakan Teknologi Mesin Pencacah, Tingkatkan Omzet Pupuk Syamsun Farm Hingga 32%

Suara Muhammadiyah

8 August 2025

922
UMS

UMS

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim dosen P2AD Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membantu peternakan kambing Syamsun Farm di Kartasura mengatasi dua masalah krusial: pengolahan limbah organik yang tidak optimal dan pemasaran konvensional. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka menghadirkan solusi teknologi mesin pencacah limbah dan pelatihan digital marketing, yang berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi peternak.

Transformasi Pengolahan Limbah

Syamsun Farm, yang dikelola Majelis Ekonomi Muhammadiyah Cabang Kartasura, sebelumnya menghadapi penumpukan limbah organik (rumput) dan kotoran kambing. Pengolahan manual memakan waktu 22 menit per 2 kg kotoran kering, menyebabkan produksi pupuk terhambat dan risiko pencemaran lingkungan.

Tim UMS yang dipimpin Dr. Liana Mangifera, S.E., M.M. memperkenalkan mesin pencacah limbah ternak berkapasitas tinggi. Alat ini memangkas waktu pengolahan menjadi hanya 3,05 menit untuk volume sama. "Mesin ini mengolah sisa pakan dan kotoran kering menjadi bahan pupuk kompos bernilai tinggi," jelas Liana.

Revolusi Pemasaran Digital

Di sisi pemasaran, Syamsun Farm sebelumnya hanya mengandalkan penjualan langsung ke pedagang tanaman (Rp5.000/karung pupuk) atau penawaran kambing ke masjid saat Idul Adha. Tim P2AD UMS melatih pembuatan Google Bisnisku dan optimasi kata kunci berbasis data Google Trends.

"Kami ajarkan strategi agar produk muncul di pencarian teratas, seperti menggunakan kata kunci 'pupuk organik' dan 'tanaman'," tambah Kusuma Wijayanto, anggota tim. Akun marketplace (Shopee, Tokopedia) dan media sosial (Facebook, Instagram) juga dibuat untuk memperluas jangkauan.

Dampak Nyata: Omzet Naik 32%

Omzet bulanan pupuk melonjak dari Rp250.000 menjadi Rp380.000 (naik 32%). Meski produksi turun dari 50 karung/bulan menjadi 38 karung, bobot per karung dinaikkan dari 15 kg menjadi 25 kg dengan harga jual Rp10.000/karung. Produk kini dikemas eksklusif dengan branding "Syamsun Farm" (Lihat Gambar dibawah).

"Pendapatan meningkat karena nilai jual pupuk lebih tinggi berkat pengemasan profesional dan pemasaran digital," ujar Fitra Siswanto, Ketua Pelaksana Syamsun Farm.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Anggawira, Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan ....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali men....

Suara Muhammadiyah

7 February 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Semangat juang dan ketangkasan akan berpadu dalam Kejuaraan Tapak Suci ....

Suara Muhammadiyah

9 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seperti di banyak acara perayaan atau jamuan makan. Meja dan ....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah