Tinggalkan Jejak Berkesan dan Bermakna, Selain Raker, SM Lakukan Bakti Sosial

Publish

12 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
996
Bakti Sosial SM di Pulau Payung Kepulauan Seribu

Bakti Sosial SM di Pulau Payung Kepulauan Seribu

KEPULAUAN SERIBU, Suara Muhammadiyah - Saat berada di sebuah tempat, meninggalkan jejak yang berkesan dan bermakna merupakan hal yang selalu Suara Muhammadiyah lakukan. Kesempatan ini tak disia-siakan SM ketika berada di Kepulauan Seribu untuk melangsungkan rapat kerja tahunan (12/1). Oleh sebab itu, selain rapat kerja, SM juga turut melaksanakan bakti sosial dengan maksud menebar kebermanfaatan kepada mereka yang membutuhkan. 

Seperti kata pepatah, sekali gayung, dua tiga pulau terlampaui. Sambil menyelam minum air. Di tengah agenda padatnya, SM memutuskan untuk melakukan bakti sosial di lokasi yang tak jauh dari tempat Raker dilangsungkan.

Berlokasi di Mushola Al-Ikhlas, rombongan yang dikomandoi Deni Asy'ari disambut hangat oleh tuan rumah.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari MA Dt. Marajo mengungkapkan bahwa dirinya menaruh perhatian yang tinggi kepada dunia pendidikan, salah satunya kepada mushola dan sekolah dasar yang ada di pulau Payung Kepulauan Seribu, sebuah pulau yang terpisah teritori dengan pusat kota metropolitan Jakarta. 

"Tidak pernah kita membayangkan di sebuah pulau terpencil, yang jaraknya ke Jakarta berkisar 1 jam, ada sebuah lembaga pendidikan yang hadir mendorong dan menghidupkan aspek religiusitas dan edukasi untuk anak-anak kita yang ada di sini," ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian SM kepada nasib pendidikan anak-anak di pulau Payung itu, Deni Asy'ari beserta jajaran direksi menyerahkan secara simbolis beberapa bantuan pendidikan dan sosial kepada masyarakat sekitar. 

"Oleh karena itu bapak-bapak dan ibu-ibu, sebagai tanda kami berkunjung, mungkin nanti dari rekan-rekan ada sedikit oleh-oleh yang barangkali bermanfaat, dan sekaligus sebagai silaturahmi kita. Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi bisa berkelanjutan seperti yang bapak sampaikan tadi," tegasnya. 

Tak dapat dipungkiri bahwa pulau Payung memiliki beberapa masalah krusial, salah satunya yaitu minimnya tenaga pendidik yang ada di pulau tersebut. Deni berharap dari silaturahmi singkat ini dapat memberikan sedikit solusi untuk masalah tersebut. 

"Untuk adik-adik, keterbatasan itu prasyarat untuk maju. Kalau orang bilang, dengan kelengkapan yang kita miliki, peralatan, fasilitas kita bisa maju itu keliru. Justru prasyarat untuk maju itu keterbatasan, tapi dengan catatan ada niat dan tekad," pesannya. 

Panggilannya Salim, ia seorang Takmir Mushola Al-Ikhlas bersama istrinya Usnayah mengaku senang dengan kehadiran Suara Muhammadiyah. Mereka berharap melalui silaturahmi ini Pulau Payung yang memiliki 63 Kepala Keluarga itu dapat dibantu dalam penyediaan tenaga pendidikan yang bisa dibilang sangat minim.

"Setiap hari Senin kegiatan kita adalah majelis ta'lim, malam Jumatnya pengajian rutin, dan malam kamis adalah pengajian untuk anak-anak. Untuk guru kami mengambil dari luar pulau," ungkapnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah - Pertemuan perdana Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (....

Suara Muhammadiyah

26 August 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Semangat keilmuan dan keberlanjutan kembali menggema di Universitas M....

Suara Muhammadiyah

29 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebagai apresiasi sekolah kepada siswa berprestasi berkompeti....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD D....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka refleksi akhir tahun. Fokal IMM Raushan Fikr mencoba membe....

Suara Muhammadiyah

3 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah