Tips Atasi Saraf Terjepit Menurut Dosen Fisioterapi UMM

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1564
Kesehatan

Kesehatan

MALANG, Suara Muhammadiyah - Saraf terjepit atau yang sering dikenal dengan kecetit merupakan tekanan pada saraf oleh jaringan-jaringan sekitar. Misalnya oleh otot, tulang atau ligamen. Hal ini umum terjadi pada persarafan tulang belakang. Efeknya bisa didapati nyeri menjalar di leher, lengan, pinggang, kaki, dan beberapa tempat lainnya.

Menurut dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Siti Ainun Ma'rufa, S.Ft., Ftr., M.Sc., penyebab saraf terjepit adalah pertambahan usia yang membuat kelenturan tulang belakang berkurang. Seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang juga bisa menipis, hal ini bisa beresiko menyebabkan gesekan antar tulang hingga menjepit saraf.

"Penyebab lainnya yakni trauma seperti kecelakaan, cedera olahraga, dan terjatuh. Selain itu, kondisi obesitas, postur tubuh yang tidak tepat ketika beraktivitas dan melakukan gerakan secara terus-menerus juga menjadi faktor resiko saraf terjepit," tambahnya.

Ainun, sapaannya, juga menyampaikan bahwa gejala yang biasa dirasakan yakni nyeri menjalar. Namun tidak jarang diirngi dengan kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, hingga lemahnya otot di bagian tubuh yang mengalami saraf terjepit.

Lalu, bagaimana terapi pertama yang bisa kita lakukan jika mengalami hal ini? Ainun menjelaskan ada latihan fisioterapi yang bsia dilakukan pada pednerita sarat kejepit. Latihan ini bisa meringankan rasa nyeri. Yakni dengan melakukan stretching (peregangan) juga strengthening (penguatan). "Gerakan tersebut meliputi knee to chest stretching, glutes bridging, pelvic tilting, leg raise dan lain-lain. Selain itu, kompres dingin dan hangat juga bisa diberikan pada area nyeri yang dirasakan," tambahnya.

Dalam beberapa kasus, penderita saraf terjepit harus menjalani rangkaian pemeriksaan penunjang terlebih dahulu untuk mendapatkan diagnosis. Terapi farmakologi juga biasa diberikan pada pasien untuk mengurangi gejala nyeri.

"Akan tetapi pada kondisi yang lebih parah, ditemukan penjepitan saraf karena hernia nucleus pulposus atau spondilolistesis yang menyebabkan kondisi tulang belakang bergeser dari posisi normal. Maka tindakan operatif akan diberikan pada kasus ini," tambahnya.

Di akhir Ainun menegaskan bahwa kondisi saraf terjepit bisa terjadi berulang. Karenanya, menjaga gaya hidup sehat mutlak harus dilakukan. "Sangat dianjurkan pula pada penderita untuk membiasakan duduk dan berdiri dengan postur yang baik, melakukan pola hidup sehat untuk menjaga berat badan ideal, serta olahraga dengan teratur," pesannya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh, Dr. Aslam Nur M....

Suara Muhammadiyah

7 April 2024

Berita

 DPP IMM Kecam Keras Pengesahan UU Hukuman Mati oleh Israel terhadap Tahanan Palestina  J....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan ....

Suara Muhammadiyah

31 October 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Anak-anak TK Aisyiyah 34 Surabaya memperingati Hari Ibu (22 Desember ....

Suara Muhammadiyah

25 December 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pembangunan desa wisata bukan semata urusan destinasi dan promo....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah