UM Bandung Perluas Jejaring Global Melalui Seminar Bioaktif Tropis dan Nutrasetikal

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

430
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi bersama Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, sukses menggelar Seminar Umum Internasional 2026 pada Rabu (29/04).

Acara yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, ini mengangkat tema ”Harnessing Tropical Bioactive Compounds: Innovations in Halal Functional Foods and Nutraceuticals”.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi dengan Universitas Putra Malaysia (UPM). Ia juga mengapresiasi gelaran seminar yang sangat positif ini.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang emas untuk publikasi bersama dan riset kolektif. "Seminar internasional ini membuka peluang kerja sama riset dan publikasi bersama yang akan membawa Universitas Muhammadiyah Bandung menuju going global university," ucap Arief yang disambut tepuk tangan peserta.

Lebih jauh, seminar ini, kata Arief, bahkan bisa membuka jalur pasar dan regulasi melalui sesi-sesi strategis seperti riset bersama. "Melalui riset, startup, dan industri, kita perkuat kebersamaan untuk memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.

Dalam seminar ini hadir salah satu professor dari Universiti Putra Malaysia Amin Bin Ismail dan dosen Teknologi Pangan UM Bandung Fahmi Ilman Fahrudin sebagai narasumber yang membawakan tema-tema menarik.

Dalam paparannya, Amin menjelaskan bahwa wilayah tropis, misalnya Indonesia, memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Terutama tanaman lokal yang mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kronis.

"Komponen bioaktif ini menawarkan potensi besar dalam pengembangan pangan fungsional yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara global," ujarnya.

Meskipun begitu, ada tantangan utama mengenai potensi ini. Apa saja? Di antaranya yakni, bagaimana memastikan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa tersebut saat diproses menjadi produk pangan.

"Kita perlu memastikan bahwa manfaat kesehatan dari senyawa bioaktif ini tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen melalui teknologi pengolahan yang tepat," tegas pakar nutrisi dari Malaysia tersebut.

Sementara itu, pada sesi narasumber Fahmi Ilman Fahrudin, dia menyoroti bahwa dalam pengembangan pangan fungsional, aspek keamanan dan kehalalan harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. "Halal bukan hanya soal label, melainkan sebuah ekosistem integritas yang harus dibangun sejak tahap desain produk," ungkapnya

Fahmi juga menekankan meskipun sertifikasi menjadi hasil akhir dari sebuah kepatuhan, tetapi integritas halal menjadi komitmen yang harus dijaga oleh produsen. "Bangunlah integritas halal sejak tahap awal pengembangan produk. Itu karena sertifikasi hanya mengikuti kepatuhan yang sudah ada, bukan menggantikannya," pungkasnya. (FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Band....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti k....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Berita

LDK Muhammadiyah dan Lazismu Semangat Peduli KEDIRI, Suara Muhammadiyah - Keguyuban dan semangat wa....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah PKU (UM PKU) Surakarta resmi mewisuda 720 l....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Aula Kasman Singodimejo, Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

21 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah