UMJT Bekali Guru dengan Strategi School Branding untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

174
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Membangun sekolah yang dikenal dan dipercaya masyarakat tidak cukup hanya melalui promosi. Sekolah juga perlu memiliki keunggulan yang jelas, identitas yang kuat, serta mampu memberikan pengalaman pendidikan yang baik bagi siswa dan orang tua.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan workshop guru yang diselenggarakan oleh Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA/SMK dengan mengambil tempat di Aula Islamic Center Madiun (ICM), Ahad, 11 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Awit Istighfarin, dosen Ilmu Komunikasi sekaligus pengajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMJT, hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi School Branding.

Materi disampaikan secara ringan dan interaktif. Para guru diajak memahami bagaimana sekolah dapat membangun identitas, menunjukkan keunggulan, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin beragam.

Melalui diskusi, peserta diajak melihat sekolah dari sudut pandang orang tua. Apa yang membuat orang tua memilih satu sekolah dibandingkan sekolah lainnya? Apakah karena prestasi siswa, kualitas pembelajaran, lingkungan yang nyaman, pembentukan karakter, atau komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan refleksi bagi para guru untuk mengenali potensi dan keunikan sekolah masing-masing. Sebab, setiap sekolah memiliki karakteristik yang dapat menjadi kekuatan apabila dikembangkan dan dikomunikasikan dengan baik.

Dalam pemaparannya, Awit Istighfarrin menekankan bahwa school branding bukan sekadar membuat konten media sosial, memasang spanduk, atau mempromosikan penerimaan peserta didik baru.

"Branding sekolah perlu dibangun melalui kesesuaian antara keunggulan yang disampaikan dan pengalaman nyata yang dirasakan siswa serta orang tua," tuturnya.

Guru juga memiliki peran penting dalam membangun citra sekolah. Cara guru mengajar, berkomunikasi dengan siswa, menjalin hubungan dengan orang tua, hingga menciptakan suasana belajar yang positif turut memengaruhi pandangan masyarakat terhadap sekolah.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi dengan diskusi singkat. Para guru diajak menjawab pertanyaan, "Mengapa orang tua perlu memilih sekolah kita?” Melalui aktivitas ini, peserta didorong untuk menemukan keunggulan sekolah yang benar-benar dimiliki dan dapat dibuktikan melalui praktik pendidikan sehari-hari.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Lembaga AIK UMJT diharapkan dapat turut mendorong penguatan kapasitas guru, tidak hanya dalam menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga dalam membangun identitas dan citra positif lembaga pendidikan. (PJ)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menjalin kerja sama strategis d....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Halal bihalal dapat menjadi sebuah wahana yang tepat untuk mencairkan r....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) me....

Suara Muhammadiyah

20 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Kebidanan Angkatan 12 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA)....

Suara Muhammadiyah

18 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar Upacara Bendera ....

Suara Muhammadiyah

17 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah