UMM Jadi PTS Terbaik se-Indonesia Kategori Riset Versi SCImagoIR 2026
MALANG, Suara Muhammadiyah - Capaian pemeringkatan perguruan tinggi merupakan bentuk pengakuan sekaligus cerminan kualitas dan produktivitas penelitian yang dihasilkan. Hal ini dibuktikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia dalam kategori Research versi SCImago Institutions Rankings (SCImagoIR) 2026. Prestasi membanggakan ini menjadi energi positif bagi Kampus Putih untuk terus memperkuat sektor riset hingga mampu menghadirkan berbagai solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat maupun industri.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa apresiasi ini sangat patut disyukuri. Ia memandang hasil pemeringkatan ini sebagai momentum berharga bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar keunggulan riset.
“Kita harus bangga atas capaian ini, tetapi jangan sampai membuat kita berpuas diri. Justru, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang,” tegasnya.
Ke depan, UMM memiliki prospek yang sangat baik untuk terus mengoptimalkan ekosistem risetnya. Dari sisi kuantitas, produktivitas penelitian dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan potensi keilmuan para dosen. Sementara dari sisi kualitas, penelitian diarahkan untuk bertransformasi menuju riset terapan guna menjawab tantangan nyata, yang dilanjutkan dengan langkah hilirisasi bersama mitra industri.
Dalam SCImagoIR 2026, kategori Research berkontribusi sebesar 50 persen dari total penilaian. Pemeringkatan ini menggunakan sebelas indikator utama yang secara komprehensif mengukur produktivitas, dampak, kualitas publikasi, kolaborasi internasional, keterbukaan akses, hingga kontribusi positif para peneliti.
Sebagai langkah nyata, UMM terus menyempurnakan ekosistem riset melalui kebijakan terintegrasi yang menghubungkan penelitian dengan kegiatan pembelajaran. Berbekal identitas sebagai Teaching University, riset dirancang menjadi fondasi utama pengembangan materi ajar sekaligus ruang dinamis bagi keterlibatan mahasiswa.
“Riset harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar dosen dapat melibatkan mahasiswa dan menyampaikan materi berdasarkan hasil penelitian,” urai Salis.
Sinergi kelembagaan UMM juga menjadi pilar pendukung yang kuat. LPPM memfasilitasi penelitian pada tahap awal, Direktorat Inovasi, Teknologi, dan Terapan (Dirsaintek) mengawal riset menuju tahap prototipe, UPT HKI mengelola kekayaan intelektual, dan LPPI mendukung penuh perluasan jangkauan publikasi.
UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan pendampingan dalam meraih peluang pendanaan serta membangun kemitraan strategis bersama industri. Upaya holistik dan proaktif ini diyakini mampu mendorong riset UMM melangkah melampaui ranah publikasi akademik menuju penciptaan produk inovatif.
“Riset yang betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat, industri, sekaligus bisa dihilirisasi,” imbuhnya.
Melalui komitmen yang kuat ini, UMM berupaya menjadikan prestasi pemeringkatan bukan sebagai titik akhir, melainkan pijakan berkelanjutan untuk memberikan manfaat dan dampak positif yang luas bagi kemajuan masyarakat. (diko)