UMPP Menuju Perguruan Tinggi Bebas Kekerasan

Publish

9 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
521
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menyelenggarakan Sosialisasi “Menuju Perguruan Tinggi Bebas Kekerasan” pada Minggu, 7 Desember 2025 sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan. Acara berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB secara hybrid, bertempat di Ruang Theater Lantai 7 Rektorat UMPP untuk peserta luring dan ada pula peserta daring.

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber yang memberikan pemaparan mendalam mengenai isu kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. H. Ashraff Abu, Anggota Komisi X DPR RI, menegaskan pentingnya menciptakan ruang aman bagi seluruh mahasiswa. “Perguruan tinggi harus menjadi tempat yang membentuk karakter, bukan menumbuhkan rasa takut. Pencegahan kekerasan adalah tanggung jawab kolektif,” ujarnya. Ia juga menambahkan komitmen kuat untuk implementasi pencegahan kekerasan di UMPP. “Kampus UMPP harus bisa zero kekerasan, berikan pengawasan pada seluruh kegiatan civitas akademika sehingga kekerasan tidak terjadi di lingkungan kampus,” tegasnya.

Rektor UMPP, Dr. Nur Izzah, M.Kes, dalam kesempatan tersebut menekankan komitmen institusi dalam menjaga keamanan sivitas akademika serta memperkuat budaya pencegahan kekerasan sebagai bagian dari nilai-nilai perguruan tinggi. Penegasan ini menjadi salah satu pijakan penting bagi UMPP untuk terus meningkatkan kesadaran serta memperkuat sistem perlindungan di lingkungan kampus.

Urgensi penyelenggaraan sosialisasi ini semakin kuat dengan adanya data dari Direktorat Jenderal Kemendikbudristek yang mencatat 310 laporan kasus pada tahun 2021–2024, didominasi kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi. Kondisi tersebut menegaskan perlunya peningkatan edukasi serta langkah preventif yang lebih komprehensif.

Sebagai bagian dari upaya nasional, pemerintah menetapkan Permendikti No. 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), yang juga sejalan dengan tujuan SDGs poin 16 terkait perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat. Regulasi ini menjadi landasan penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat sistem perlindungan serta memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan berkeadilan.

UMPP memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini, baik secara luring maupun daring. Penegasan kembali komitmen universitas disampaikan sebagai langkah memperkuat sinergi seluruh elemen kampus dalam menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai martabat setiap individu.

Sebagai penutup, Moderator Irnawati, S.Kep., Ns., M.M.R., Ph.D., menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta untuk memperkuat komitmen bersama. “Mari kita tegakkan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024. Kita telah mendapatkan pemahaman utuh bahwa mewujudkan Perguruan Tinggi Bebas Kekerasan adalah komitmen bersama,” tutupnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Jenderal (Sekjend) World Zakat and Waqf Forum (WZWF....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Nici Jarsi, seorang staf Kantor Urusan Internasional (KUI) Universita....

Suara Muhammadiyah

9 January 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kegiatan penyaluran Beasiswa Mentari dan Beasiswa Sang Surya oleh Laz....

Suara Muhammadiyah

5 May 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas M....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah