UMY Dorong Kader 'Aisyiyah di Hong Kong Masifkan Produksi Konten Dakwah Digital

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
48
Foto Istimewa

Foto Istimewa

HONG KONG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bermitra dengan Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMU) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hong Kong menggelar pelatihan produksi konten digital berkemajuan, Ahad, 3 Mei 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat internasional UMY ini dilaksanakan di Ruang Ali Alatas, Lantai 1 Gedung KJRI Hong Kong.

Diikuti 20 peserta pekerja migran Indonesia yang aktif dalam komunitas Persyarikatan Muhammadiyah di Hong Kong, pelatihan ini bertujuan memberikan penguatan kapasitas pekerja migran Indonesia dalam memanfaatkan media digital sebagai ruang dakwah, edukasi, dan pemberdayaan.

Kegiatan ini melibatkan tiga dosen UMY, yaitu Tri Hastuti Nur Rochimah, Senja Yustitia, dan Ine Yudhawati. Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memproduksi konten positif yang santun, kreatif, dan berkemajuan.

Materi pelatihan diberikan mulai dari penguatan nilai dakwah digital berkemajuan, etika bermedia sosial, pencarian ide konten, hingga praktik sederhana membuat video menggunakan telepon genggam. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bahwa pengalaman sehari-hari sebagai pekerja migran, aktivitas komunitas, dan kegiatan dakwah dapat menjadi sumber konten yang inspiratif jika dikemas dengan tepat.

Tri Hastuti Nur Rochimah, ketua tim pengabdian masyarakat UMY sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan, media digital perlu dimanfaatkan sebagai ruang dakwah yang positif dan mencerahkan. Menurutnya, kader Persyarikatan perlu hadir sebagai Netizen Muhammadiyah (NetizMu) yang tidak sekadar aktif di media sosial, tetapi juga menjaga akhlak dalam bermedia.

“Kegiatan ini kami arahkan untuk mendorong pemanfaatan media digital sebagai ruang dakwah yang santun dan berkemajuan. Kader Persyarikatan perlu menjadi NetizMu yang menggunakan konten untuk mengajak pada kebaikan, menyebarkan informasi yang benar, serta menghadirkan nilai Islam Berkemajuan di ruang digital,” ujar Tri.

Tri menambahkan, karakter NetizMu perlu tampak dalam cara seseorang menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi. Konten digital yang baik tidak hanya dilihat dari kreativitas visual, tetapi juga dari manfaat, kebenaran, dan tanggung jawab moral di baliknya.

“NetizMu harus menjadikan media sosial sebagai ruang silaturahmi, tukar informasi, tabayyun, dan dakwah. Karena itu, penting untuk menghindari konten yang berisi fitnah, ujaran kebencian, perundungan, provokasi, atau informasi yang tidak terverifikasi. Para pekerja migran Indonesia di Hong Kong memiliki banyak pengalaman baik yang bisa dibagikan sebagai inspirasi,” ujar Tri.

Pemateri lain, Senja Yustitia, yang juga Ketua Program Studi Magister Media dan Komunikasi UMY, menyampaikan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, banyak peserta mulai menyadari bahwa cerita sederhana dari kehidupan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi konten yang bermakna.

“Peserta sangat antusias karena mereka mulai melihat bahwa cerita sehari-hari pun bisa menjadi konten yang positif. Pengalaman sebagai pekerja migran, kegiatan komunitas, dan aktivitas dakwah bisa dikemas menjadi konten yang menginspirasi,” ujar Senja.

Senja juga menilai kekuatan utama peserta terletak pada pengalaman hidup mereka sebagai pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan konten yang dekat, otentik, dan bernilai bagi audiens.

“Yang kami dorong bukan sekadar membuat konten, tetapi membantu peserta menemukan sudut pandang dari pengalaman mereka sendiri. Cerita tentang perjuangan, kebersamaan, dan aktivitas komunitas bisa menjadi pesan dakwah yang menyentuh jika disampaikan dengan jujur dan kreatif,” ujar Senja.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pendampingan produksi konten digital sederhana dari Ine Yudhawati. Materi praktik disampaikan dengan pendekatan cepat dan aplikatif melalui konsep produksi konten praktis 30 menit. Peserta diajak memahami bahwa membuat konten tidak harus menunggu peralatan lengkap atau proses yang rumit, tetapi dapat dimulai dari telepon genggam yang mereka miliki.

Ine menjelaskan bahwa produksi konten dapat dimulai dari cerita yang dekat dengan kehidupan peserta. Peserta dilatih menyusun alur video sederhana dengan struktur pembuka, isi, dan penutup. Mereka juga mempraktikkan pengambilan gambar yang terang, stabil, dan jelas, serta mengenal variasi visual seperti wide shot, medium shot, close up, eye level, dan cutaway agar video tidak monoton.

“Prinsipnya, konten bisa dimulai dari pengalaman sendiri. Tidak harus sempurna dulu. Yang penting ada cerita, ada pesan, gambarnya cukup terang dan stabil, lalu disusun dengan alur sederhana. Lebih baik menghasilkan satu video yang selesai daripada hanya menyimpan banyak ide yang tidak pernah dibuat,” ujar Ine.

Peserta kemudian mencoba langsung proses membuat konten, mulai dari menyusun ide, mengambil gambar dengan telepon genggam, hingga melakukan editing sederhana. Praktik ini dirancang agar peserta dapat membawa pulang keterampilan dasar yang mudah diterapkan dalam kegiatan komunitas maupun aktivitas harian mereka sebagai pekerja migran Indonesia di Hong Kong.

Ketua SaranMU Hong Kong, Umaroh, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan UMY. Ia menilai gagasan tentang NetizMu yang disampaikan Tri Hastuti Nur Rochimah relevan dengan kebutuhan pekerja migran Indonesia di Hong Kong, terutama dalam menggunakan media sosial secara lebih bijak, positif, dan bermanfaat.

“Pesan tentang NetizMu sangat menguatkan kami. Selama ini teman-teman pekerja migran aktif menggunakan media sosial, tetapi melalui pelatihan ini kami diingatkan bahwa media digital juga bisa menjadi ruang dakwah, silaturahmi, dan berbagi kebaikan. Kami berterima kasih kepada UMY karena sudah memberi kesempatan kerja sama dan mendampingi kami agar lebih siap membuat konten yang positif dan berkemajuan,” ujar Umaroh.

Menurut Umaroh, banyak kegiatan baik yang selama ini sudah dilakukan anggota SaranMU dan PCIA Hong Kong, mulai dari kajian, silaturahmi, kegiatan sosial, hingga saling menguatkan sesama pekerja migran. Ia berharap, setelah pelatihan ini, pengalaman dan aktivitas tersebut dapat lebih banyak didokumentasikan serta dibagikan sebagai inspirasi bagi pekerja migran Indonesia lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, UMY juga menyerahkan dana hibah pengabdian masyarakat untuk mendukung keberlanjutan aktivitas komunitas. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh SaranMU dan PCIA Hong Kong untuk memperkuat program pemberdayaan, dakwah, serta pengembangan kapasitas pekerja migran Indonesia di Hong Kong.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyiah – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan menunjukkan k....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, melalui majelis ....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi menerju....

Suara Muhammadiyah

3 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib menegaskan penti....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Rawamangun Pulogadung Jakarta Timur berhasil meraih ....

Suara Muhammadiyah

3 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah