Gandeng Kwarda Pramuka serta Dinas Koperasi dan UMKM DIY
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar audiensi dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi di Resto Ndalem Poenakawan, Jumat sore (29/8). Pertemuan ini membahas peluang sinergi program pengabdian masyarakat UMY dengan Gerakan Pramuka, sejalan dengan peran GKR Mangkubumi sebagai Ketua Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, UMY juga menjajaki kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY, khususnya dalam penguatan program pengabdian berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi).
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, gerakan pramuka, pemerintah, dan DuDi. Menurutnya, pengabdian masyarakat harus dirancang sesuai kebutuhan, memiliki roadmap yang jelas, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat Yogyakarta.
“Pengabdian masyarakat perlu bermitra dengan banyak pihak. Programnya harus menjawab kebutuhan masyarakat, dan perguruan tinggi wajib memberi manfaat nyata. Harapannya, kerja sama ini menjadi leading sector dalam membangun ekosistem pemberdayaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat Dosen UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., menjelaskan bahwa program kolaborasi UMY dengan Kwarda DIY akan diarahkan pada 20 titik fokus dengan melibatkan 20 dosen. Sedangkan bersama Dinas Koperasi, program akan berjalan dengan 20 dosen di 2 titik Koperasi Merah Putih per kabupaten/kota.
“Edukasi dan mitigasi bencana menjadi fokus utama untuk pramuka, termasuk pengembangan public speaking yang mendukung keistimewaan Yogyakarta,” jelas Laelia.
drg. Lia juga memaparkan skema pembiayaan program pengabdian masyarakat, yakni 40 persen berupa hibah barang atau dana pengembangan untuk mitra, 30 persen untuk operasional, serta 30 persen untuk dosen dalam bentuk luaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A., menambahkan bahwa saat ini terdapat 438 Koperasi Desa Merah Putih yang membutuhkan pendampingan, terutama dalam aspek kelembagaan, manajemen, dan digitalisasi. Sehingga diharapkan minimal 10 Koperasi Merah Putih akan dibina dan didampingi oleh Tim Dosen UMY.
“Diperlukan peta jalan yang jelas agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai tuntutan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, GKR Mangkubumi menegaskan pentingnya mitigasi bencana dalam gerakan pramuka sebagai bagian dari pembentukan kader bangsa yang tangguh. Ia mendorong agar anggota pramuka dibekali sertifikat keselamatan dan keterampilan, sekaligus mengembangkan berbagai inisiatif seperti Kampung Pramuka, Pramuka Istimewa, Pramuka Garuda, pelatihan public speaking, hingga syiar budaya Yogyakarta.
“Pramuka harus mandiri, berdaya saing, sekaligus menjaga budaya. Karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat harus dirancang agar anak-anak pramuka mendapatkan bekal keterampilan sekaligus memperkuat identitas mereka,” tegas GKR Mangkubumi. (Mut)