UMY Resmi Buka Prodi S1 Psikologi, Tonjolkan Keunggulan Klinis dan Nilai Keislaman

Publish

20 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
736
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka program studi (prodi) baru, yakni S1 Psikologi, setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan nomor SK 687/B/O/2025. Pembukaan prodi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan tenaga psikolog profesional di Indonesia sekaligus animo masyarakat yang besar terhadap ilmu psikologi.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMY, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, prodi ini memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan di masyarakat, khususnya terkait pelayanan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis.

“Program studi ini bisa menjawab persoalan-persoalan di dalam masyarakat, terutama pelayanan psikiatri dan kesehatan mental, yang menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Faris melalui telepon WA, Selasa (19/8).

Selain itu, tingginya minat masyarakat, khususnya anak muda, terhadap ilmu psikologi juga menjadi alasan kuat dibukanya prodi ini. Faris menilai animo tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya well-being atau kesejahteraan mental.

Untuk membedakan diri dari prodi psikologi di universitas lain, UMY menonjolkan dua keunggulan utama, yakni bidang psikologi klinis dan psikologi keluarga, serta penguatan nilai-nilai keislaman.

“Karena sumber daya kita kuat di bidang klinis, kami akan memperkuat pelayanan klinis dan psikologi keluarga,” jelas Faris.

UMY berencana bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) untuk memperkuat layanan klinis dan kesehatan keluarga, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, Prodi Psikologi UMY juga menekankan pembentukan psikolog muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan dan kemuhammadiyahan.

Faris berharap masyarakat menyambut positif kehadiran prodi baru ini dan melihatnya sebagai salah satu prodi unggulan di UMY. Ia pun mengajak calon mahasiswa baru untuk bergabung.

“Kami mengundang seluruh calon mahasiswa baru untuk bergabung ke dalam S1 Psikologi. Dengan kekuatan UMY, kami akan memberikan pelayanan terbaik sehingga nantinya mereka menjadi psikolog-psikolog muda yang berkiprah untuk masyarakat,” imbuh Faris.

Hal senada disampaikan Psikolog Klinis sekaligus Kepala Divisi Konseling dan Kesejahteraan Mahasiswa UMY, M. Arif Rizqi, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Ia menekankan bahwa integrasi nilai AIK dalam pembelajaran Psikologi tidak hanya berbasis teori, tetapi juga bersifat aplikatif.

“Kami akan memberikan landasan yang islami, misalnya dalam pelaksanaan konseling dan teknik intervensi. Yang paling penting, kami berupaya menghadirkan nuansa AIK dengan pembiasaan mengawali aktivitas dengan berdoa dan mengaji bersama, sehingga kegiatan belajar mengajar semakin kental dengan nilai-nilai kemuhammadiyahan,” ujar Arif melalui telepon WA, Selasa (19/8). (FU)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Ab....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kabar gembira datang dari Muh. Amri, mahasiswa Ma'had Al-Birr Univers....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Peneliti dari Pusat Studi Standarisasi Ekstrak dan Farmasi Fakul....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Sosok Fifit Nurmalasari, mahasiswa prodi Pendidikan Islam Anak U....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabuaten Cilacap menyelenggara....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah