UMY Siapkan Tiga Kunci Pemulihan Penyintas Bencana

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

611
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan kerugian besar bagi ribuan keluarga. Selain kehilangan hunian dan mata pencaharian, banyak orang tua kini tidak lagi mampu membiayai pendidikan anaknya. Kondisi ini menempatkan mahasiswa dari wilayah terdampak pada situasi yang sangat sulit.

Sebagai perguruan tinggi yang menempatkan misi sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari identitasnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merespons kondisi darurat tersebut dengan menerapkan kebijakan keringanan biaya studi bagi mahasiswa penyintas bencana.

“Kita punya misi dakwah, misi kemanusiaan, tetapi juga misi profesional. Karena kita berada di bawah Muhammadiyah, maka untuk kasus bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mahasiswa-mahasiswa yang terdampak akan kita berikan keringanan,” ujar Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., dalam wawancara dengan Humas UMY pada Rabu petang (10/12).

Keringanan tersebut mencakup pembebasan biaya kuliah selama satu semester, satu tahun, hingga kemungkinan pembebasan penuh, tergantung pada tingkat kerusakan atau kehilangan yang dialami keluarga mahasiswa. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing mahasiswa agar tidak ada yang tertinggal dalam pendidikannya.

“Jika kondisi mereka sangat parah, orang tua tidak punya penghasilan lagi, rumah hilang, atau lahan pertanian rusak, maka kita usahakan minimal satu semester gratis. Jika kondisi belum membaik, kita pertimbangkan lagi. Dalam kasus tertentu, kalau memang sangat berat, bisa saja hingga mereka selesai kuliah,” tambahnya.

Selain keringanan biaya, UMY juga menyalurkan bantuan keseharian bagi mahasiswa yang keluarganya tidak mampu lagi mengirimkan dukungan finansial. Bantuan ini dihimpun melalui donasi civitas academica UMY yang disalurkan melalui Lazismu UMY. Pada momen wisuda Rabu, 10 Desember 2025, total dana yang terkumpul mencapai Rp62.179.033.

Prof. Nurmandi juga menegaskan bahwa UMY siap menurunkan tim KKN maupun dosen untuk membantu proses rehabilitasi di wilayah terdampak bencana. Pendampingan tersebut dapat mencakup perbaikan lingkungan, desain ulang permukiman, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa hingga kini terdapat 26 mahasiswa UMY yang terdampak langsung bencana. Karena itu, UMY juga menyiapkan dukungan psikososial untuk membantu mahasiswa yang mengalami trauma pascabencana.

“Mereka sedang mengalami ujian. Rumah hilang, mungkin ada orang tua yang meninggal, kebun rusak, dan barang-barang lenyap. Karena itu, mereka harus tetap tabah dan tegar. Kami akan mendampingi supaya mereka tetap semangat belajar. Pendampingan psikologis sangat penting karena banyak penyintas bencana mengalami gangguan mental. Psikolog dan dosen UMY siap membantu proses pemulihannya,” tegas Prof. Nurmandi. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

AUSTRALIA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayyinah bersama....

Suara Muhammadiyah

18 May 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 512 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas ....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah — LAZISMU Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan T....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

18 June 2026

Berita

Ratusan pengunjung kajian memeriksakan kesehatannya di ruang yang disediakan Rumah sakit PKU Muhamma....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah