UNISA Yogyakarta Serukan Dialog, Keadilan, dan Perlindungan Rakyat

Publish

1 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
719
Foto istimewa

Foto istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengambil sikap tegas dalam menanggapi perkembangan situasi politik dan aksi massa yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. 

Melalui pernyataan sikap moral yang dibacakan Rektor UNISA, Dr Warsiti, SKp, MKep, SpMat, di depan Gedung Siti Walidah UNISA Yogyakarta pada Senin (1/9/2025), kampus ini menyampaikan sepuluh poin penting yang menyoroti isu-isu krusial mulai dari penegakan hukum hingga kesejahteraan rakyat. Kegiatan ini diikuti seluruh pimpinan, pegawai dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNISA Yogyakarta.

Dalam pernyataannya, UNISA Yogyakarta menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam aksi demonstrasi. Kampus ini menegaskan bahwa negara wajib hadir memberikan perlindungan serta pemulihan bagi keluarga korban yang terdampak secara psikologis, sosial, maupun ekonomi.

UNISA Yogyakarta juga menuntut transparansi dalam penegakan hukum, khususnya terkait kasus yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Proses hukum harus berjalan adil, terbuka, dan tidak diskriminatif agar memberi kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat. Rektor Warsiti menegaskan, apabila proses hukum tidak sesuai dengan kaidah, hal itu berpotensi menjadi preseden buruk bagi generasi mendatang.

Selain itu, UNISA Yogyakarta menolak segala bentuk kekerasan dalam penyampaian pendapat. Menurut Warsiti, menyuarakan aspirasi adalah hak konstitusional warga negara yang harus dilindungi, bukan dibalas dengan tindakan represif. Sebaliknya, UNISA mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang lebih luas kepada masyarakat.

Di sisi lain, UNISA Yogyakarta juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan yang menimbulkan keresahan rakyat, terutama terkait kenaikan harga bahan pokok dan pajak yang dinilai berdampak pada kesejahteraan keluarga, pendidikan, serta peluang kerja. “Kebijakan yang tidak pro rakyat hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial,” bunyi salah satu pernyataan sikap.

Kritik juga diarahkan kepada partai politik. UNISA Yogyakarta menyerukan agar praktik politik uang dihentikan, dan pimpinan partai berkomitmen menghadirkan kader yang kompeten, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Sementara itu, kepada masyarakat yang berunjuk rasa, UNISA Yogyakarta berpesan untuk tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dengan cara damai, santun, dan bertanggung jawab tanpa merusak fasilitas umum atau melakukan penjarahan. Di akhir pernyataan, kampus ini juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk berdoa demi keselamatan negeri menuju Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

UNISA Yogyakarta menutup pernyataannya dengan ajakan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, menghindari kerumunan, serta tidak mengajak maupun menonton unjuk rasa baik secara langsung maupun melalui media. Kampus ini menegaskan bahwa kemajuan Indonesia hanya akan terwujud jika seluruh elemen bangsa mengedepankan keadilan, persatuan, dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan. (Sinta/Nurvi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 364 siswa SMP Negeri 3 Pengasih berkumpul di depan ....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejak awal, kemandirian telah menjadi etos dari gerakan Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (FSI UMRI) ....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangkaian Pengajian Tahun Baru 1447 Hijriah, Pesantren Modern Muh....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) jadi salah satu perguruan tingg....

Suara Muhammadiyah

26 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah