Unmuha Dukung BMA dan UNICEF Kuatkan Pengawasan Perwalian di Tingkat Desa

Publish

16 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
345
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Baitul Mal Aceh (BMA) dan UNICEF menyelenggarakan workshop peran dan tugas para pelaku pelaksanaan pengawasan perwalian di Hotel Ayani, Banda Aceh, Selasa (16/9/2025). Workshop yang diorganisasi oleh Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) ini merupakan kelanjutan dari dukungan dan pendampingan teknis UNICEF kepada Baitul Mal Aceh dalam pengawasan perwalian yang telah dilakukan sebelumnya.

Ketua Badan BMA, Mohammad Haikal ST MIFP dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan, fokus utama kegiatan ini mencari dan mengembangkan model pengawasan perwalian yang efektif dan dapat diimplementasikan, khususnya di tingkat desa.

“Baitul Mal tidak hanya mengelola zakat, infak, dan wakaf, tetapi juga mengemban tugas penting dalam mengawasi perwalian. Karena itu, kita perlu merumuskan model pengawasan yang terintegrasi,” ungkapnya.

Menurut Haikal, Pemerintah Aceh sedang dalam proses melakukan revisi qanun tentang Baitul Mal. Hal ini sekaligus peluang untuk mengatur tentang pengawasan perwalian yang lebih sempurna. Hal-hal yang dibahas kiranya menjadi masukan yang berharga untuk penyempurnaan regulasi tersebut.

“Kita sedang mencari dan merumuskan kebijakan yang dapat diterapkan secara konkret di tingkat desa. Ini untuk memastikan masalah perwalian dan pengawasan perwalian dapat dilaksanakan secara holistik, menggabungkan pendekatan berbasis masyarakat dengan dukungan struktural,” tambahnya.

Sementara Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama dalam sambutannya mengatakan, workshop ini merupakan langkah strategis dan bentuk komitmen kuat BMA dalam melaksanakan fungsi pengawasan perwalian.

Ia mengharapkan, kebijakan yang akan dihasilkan dalam bentuk peraturan gubernur nantinya dapat aplikatif dan dilaksanakan secara efektif. Peraturan itu kiranya memperkuat pengawasan perwalian anak yatim sesuai dengan kearifan lokal dan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Dengan demikian, hak-hak anak yatim terlindungi secara optimal dan Ranpergub yang sedang disusun nantinya menjadi pedoman yang jelas bagi semua pihak terkait, mulai dari tingkat provinsi hingga desa dalam menjalankan tugas dan peran masing-masing pihak,” ungkapnya.

Workshop itu membahas tiga topik, yaitu Peran dan Tugas Mahkamah Syar’iyah, Dinas Sosial, dan Baitul Mal dalam Pengawasan Perwalian. Materi disampaikan oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Dr H. Zulkifli Yus, MH; Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr Muslem Yacob, SAg, MPd; dan Anggota Badan BMA, Muhammad Ikhsan.

Di penghujung workshop yang diikuti 30 peserta dari unsur Mahkamah Syar’iyah, Dinas Sosial, BMA, BMK, BMG, keuchik, serta tuha peut, disepakati masing-masing peran dan rekomendasi yang akan menjadi bahan masukan bagi penyusunan rancangan peraturan gubernur tentang pengawasan perwalian. (Agusnaidi B/Riz/Ha)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kunjungan ke Dong....

Suara Muhammadiyah

21 June 2024

Berita

LEBONG, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Milad tiga organisasi penting dalam tub....

Suara Muhammadiyah

26 May 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang tergabung dalam Pen....

Suara Muhammadiyah

31 August 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Panitia Pelaksana Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah Sumatera Utara melak....

Suara Muhammadiyah

12 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menjadi pondasi penting yang mendasari kehidupan, tauhid dian....

Suara Muhammadiyah

26 March 2024