PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 90 kader dari 27 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Banyumas mengikuti Up Grading Organisasi dan Administrasi yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas di Aula Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto, Ahad (2/8).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas M Thohar. Ia menegaskan, Muhammadiyah sejak awal berdiri memiliki tiga karakter utama, yakni Gerakan Islam, Gerakan Amar Makruf Nahi Munkar, dan Gerakan Tajdid.
"Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman. Kader Pemuda Muhammadiyah harus menjadi teladan dalam mengamalkan ajaran Islam, menghadirkan dakwah yang mencerahkan, serta terus melakukan tajdid agar mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.
Ketua Panitia, Tri Nugroho, mengatakan Up Grading Organisasi dan Administrasi diikuti 90 kader dari 27 PCPM se-Kabupaten Banyumas untuk memperkuat ideologi, administrasi, dan strategi pergerakan organisasi.
"Administrasi bukan sekadar tumpukan berkas, tetapi tempat sejarah organisasi ditulis, keputusan dipertanggungjawabkan, dan estafet kepemimpinan dijaga," tegas Tri Nugroho.
Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Infa Wilindaya menegaskan, administrasi yang tertib menjadi fondasi utama bagi organisasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus menopang keberhasilan proses kaderisasi.
"Organisasi yang kuat bukan hanya aktif berkegiatan, tetapi memiliki administrasi yang tertib, data yang lengkap, dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika administrasi rapi, regenerasi akan berjalan baik karena seluruh perjalanan organisasi terdokumentasi dengan baik," tegasnya.
Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji menekankan, Pemuda Muhammadiyah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri ideologi serta hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan umat.
"Kader tidak boleh hanya sibuk dengan agenda internal organisasi, tetapi harus hadir di tengah masyarakat, menyelesaikan persoalan umat, serta menguatkan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, dan kolaborasi yang lebih luas," tegasnya.
Serupa itu, Ketua PWPM Jawa Tengah, Abdul Ghofar Ismail menegaskan, Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pelaku perubahan dengan melahirkan kader-kader berkualitas yang mampu menghadirkan solusi bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. "Jika kadernya berkualitas, organisasi akan tetap hidup meski menghadapi berbagai tantangan," tegasNYA.
Sekretaris PWPM Jawa Tengah Roy Alviantoro mengingatkan, pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat. Dan, Wakil Bendahara PWPM Jawa Tengah Muhammad Dipa Daulata, menyoroti pentingnya menjaga amanah melalui tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
"Kepercayaan dibangun dari hal-hal kecil. Transparansi keuangan, laporan kegiatan yang baik, dan integritas pengurus akan melahirkan organisasi yang dipercaya oleh anggotanya maupun masyarakat, katanya. (Tarqum)

