MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) Gunungpring menggelar kegiatan upgrading sebagai upaya menyegarkan kembali semangat berorganisasi dan menyatukan visi perjuangan seluruh pimpinan. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 28 Desember 2025 di Aula TK ABA Nepèn Gunungpring.
Upgrading menjadi ruang untuk merecharge energi perjuangan, sekaligus mengingatkan kembali peran dan tanggung jawab setiap pimpinan agar mampu berfungsi optimal dalam memberikan kemanfaatan bagi umat. Demikian kata Riana Mashar, Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Pusat ’Aisyiyah.
Riana menegaskan, berjuang di ’Aisyiyah tidak dilandasi oleh kepentingan nama maupun materi, melainkan semata-mata untuk menghadirkan kemanfaatan bagi sesama karena Allah SwT.
“Kita berjuang di ’Aisyiyah ini bukan untuk mendapatkan nama, apalagi finansial. Tetapi kita berusaha menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang bermanfaat bagi orang lain. Semua ini kita lakukan karena Allah,” ujarnya.
Kegiatan upgrading ini mengangkat tema “Aisyiyah Masa Kini: Inovatif, Berkarya, Semangat Berkegiatan Menuju Perempuan Berkemajuan.” Tema tersebut menjadi penguat arah gerak organisasi agar tetap adaptif, kreatif, dan produktif dalam menjawab tantangan zaman.
Ketua PRA Gunungpring, Bina Kustianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rapat kerja tahunan yang diawali dengan upgrading untuk mengisi kembali semangat berorganisasi para pimpinan.
“Ini adalah kegiatan rapat kerja tahunan yang diawali dengan upgrading. Kami mengisi kembali semangat berorganisasi seluruh Pimpinan Ranting ’Aisyiyah Gunungpring setelah selama setahun ada capaian sekaligus rasa lelah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam rapat kerja tersebut dilakukan evaluasi program yang telah berjalan sekaligus penetapan program kerja untuk tahun berikutnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 75 orang Pimpinan Ranting ’Aisyiyah Gunungpring. Hadir pula Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpring, Rahmat Abdul Ghani, SAg., serta Ketua Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Muntilan, Unifah Mawari, SPd.
Rahmat berpesan agar Muhammadiyah dan ’Aisyiyah terus melahirkan pribadi-pribadi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Sementara itu, Unifah Mawari menekankan bahwa upgrading berfungsi sebagai “charger” agar roda organisasi terus bergerak dan tidak kehilangan semangat perjuangan.
Usai sesi pemaparan materi, peserta melanjutkan rapat kerja dengan pembagian kelompok sesuai majelis masing-masing. Setiap kelompok melakukan evaluasi program sekaligus menyusun rencana kerja untuk periode selanjutnya.
Melalui rangkaian upgrading, evaluasi, dan rapat kerja ini, diharapkan seluruh Pimpinan Ranting ’Aisyiyah Gunungpring semakin solid dan mampu meningkatkan kinerja organisasi demi terwujudnya perempuan berkemajuan. (Nurul)

