Urgensi Penerapan K3 di Pondok Pesantren (2)

Publish

14 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
45

Urgensi Penerapan K3 di Pondok Pesantren (2)

Oleh: Tito Yuwono, Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman

Sebagaimana disampaikan di tulisan sebelumnya, pesantren sebagai tempat menuntut ilmu para santri dan sebagai pusat pengkajian ilmu agama sangat perlu menerapkan K3. Hal ini untuk mereduksi risiko-risiko bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan warga pesantren termasuk di dalamnya para ulama, ustadz, santri serta staf maupun masyarakat yang berkunjung.

Untuk penerapan K3 di Pesantren perlu dilakukan beberapa tahap. Diantaranya adalah pertama identifikasi aspek-aspek yang membahayakan keselamatan maupun kesehatan, kedua membuat system agar keselamatan dan kesehatan warga pesantren terjamin dan ketiga internalisasi semua warga pesantren agar menghayati dan melaksanakan K3 yang telah dirumuskan.

Berikut akan diberikan beberapa contoh berkiatan dengan tahapan-tahapan penerapan K3 di pesantren.

Tahap pertama adalah identifikasi aspek-aspek yang membahayakan keselamatan maupun kesehatan warga pesantren

Beberapa contoh yang potensial membahayakan keselamatan maupun kesehatan warga pesantren adalah 

  • Konstruksi bangunan yang tidak sesuai standar akan mengakibatkan bangunan pesantren roboh dan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa warga pesantren
  • Instalasi kelistrikan yang tidak sesuai standar akan mengakibatkan hubung pendek yang bisa berdampak pada kebakaran pesantren
  • Penggunaan listrik yang berlebih tidak sesuai dengan konduktor yang dipakai, akan berdampak juga terhadap kebakaran
  • Perilaku bullying oleh senior maupun teman sejawat ataupun Ustadz yang bisa mengakibatkan bahaya bagi kesehatan dan keselamatan jiwa
  • Penyakit menular yang akan berdampak pada menyebarnya penyakit tersebut ke semuar warga pesantren
  • Perilaku menyimpang yang akan berdampak pada menularnya penyakit tersebut dan juga trauma bagi santri
  • Dapur yang kurang bersih akan berdampak pada makanan yang dikonsumsi warga pesantren kurang sehat

Tahap kedua adalah membuat sistem agar keselamatan dan kesehatan warga pesantren terjamin 

Setelah identifikasi aspek-aspek yang membahayakan keselamatan jiwa dan kesehatan, langkah selanjutnya adalah membuat sistem agar keselamatan dan kesehatan warga pesantren terjamin. 

  • Sistem pembangunan gedung pesantren harus sesuai standar dengan melibatkan ahli di bidang bangunan atau teknik sipil. Sebelum membangun dipastikan ada kajian kekuatan konstruksi dari rancangan yang dibuat.
  • Sistem instalasi listrik bangunan pesantren juga harus sesuai standar. Pemilihan komponen kelistrikan sesuai standar berdasarkan beban yang dipilih.
  • Ada regulasi penggunaan beban listrik terutama beban yang besar seperti setrika, Kulkas dan lain-lain. Penggunaan beban berlebih secara bersamaan dalam konduktor yang sama akan berdampak pada kebakaran
  • Membudayakan anti bullying di pesantren. Peraturan berkaitan bullying dibuat dan diberlakukan untuk mencegah bullying yang dilakukan oleh teman sejawat, senior maupun pengajar.
  • Membuat system agar jika ada santri yang terkena penyakit menular, tidak menyebar ke seluruh warga pesantren. Banyak cara penularan penyakit dalam pesantren, diantaranya penularan melalui udara seperti flu, TBC, Covid-19. Penularan melalui kontak langsung seperti kudis, kurap. Penularan melalui barang pribadi seperti penyakit kulit dan kutu rambut, penyebaran penyakit melalui vektor serangga atau hewan seperti penyakit dari lalat dan demam berdarah dan lain-lain. Maka untuk mencegah berbagai penularan tersebut pesantren perlu membuat peraturan misalnya syarat masuk pesantren salah satunya tidak berpenyakit TBC, wajib mengenakan masker bagi yang sakit atau lokalisasi kamar, atau istirahat di rumah, tidak boleh berbagi tempat tidur, berbagi handuk, pakaian,dan selimut dan lain-lain. Pesantren juga memastikan lingkungannya bersih, tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit.
  • Pesantren mempunyai peraturan yang tegas berkaitan dengan perilaku yang menyimpang seperti LGBT. Pesantren mengusahakan lingkungan sosial yang sehat seperti pemisahan asrama putra dan putri, pengawasan interaksi yang wajar, diadakan kegiatan-kegiatan yang positif. Jika dijumpai santri yang mempunyai perilaku menyimpang segera diambil tindakan. Tentu tindakan yang semakin mereduksi dampak menularnya penyakit itu baik di dalam maupun luar pesantren
  • Pesantren mempunyai program makan sehat yang didukung dapar bersih, bahan makanan sehat serta pengolahan makan yang baik.

Tahap ketiga adalah internalisasi semua warga pesantren agar menghayati dan melaksanakan K3 yang telah dirumuskan.

Internalisasi berkaitan dengan program-program K3 pesantren sangat diperlukan. Internalisasi K3 di pesantren bukan sekadar sosialisasi aturan, tetapi proses menanamkan nilai keselamatan dan kesehatan hingga menjadi kesadaran, sikap, dan kebiasaan seluruh warga pesantren.

Dengan internalisasi secara substantif maka program K3 bukan hanya formalitas, namun juga membangun budaya keselamatan. Secara pengetahuan, warga pesantren mengerti apa saja aspek-aspek K3 di lingkungan pesantren, mengetahui dampak-dampak negatif bagi keselamatan dan kesehatan. Secara afektif, warga pesantren dengan kesadarannya membudayakan keselamatan dan kesehatan. 

Demikian tulisan singkat berkaitan dengan penerapan K3 di pesantren bagian 2. Pesantren yang telah menjadi harapan masyarakat sebagai tempat pendalaman agama, peningkatan karakter baik, serta tumbuhnya Iman dan akal yang sehat dan selamat. Dengan menerapkan K3 ini, diharapkan pesantren menjadi tempat yang nyaman, bersih, sehat, dan selamat serta mampu merealisasikan harapan masyarakat tersebut.

Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Dr Hidayatulloh, MSi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sebelum mendirikan Persyarikat....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Wawasan

Oleh: Ahmad Azharuddin  Dalam kehidupan, setiap individu pasti pernah menghadapi momen-momen k....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Mari kita telaah lebih dalam se....

Suara Muhammadiyah

5 May 2025

Wawasan

Ramadhan: Madrasah Ruhani Penulis: Moh In’ami, Anggota PDM Kudus, Dosen UIN Sunan Kudus Bula....

Suara Muhammadiyah

25 February 2026

Wawasan

Kita Bergerak Maka Kita Ada Iu Rusliana, Dosen Program Magister Manajemen UHAMKA Jakarta, Sekretari....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah