Wamen Diktisaintek Dukung Kemajuan UMJT

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

215
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd melakukan kunjungan kerja di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur / UMJT (sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kehadiran mantan Rektor UMM dua periode tersebut diterima civitas akademika UMJT terdiri dari pejabat structural, dosen dan tendik UMJT di Ruang Rapat I Kampus I UMMAD.

Dalam kunjungannya, Wamen Diktisaintek menyampaikan pengarahan didepan civitas akademika UMJT sekitar 40 menit.

Disampaikan Fauzan, untuk membangun perguruan tinggi menjadi besar dibutuhkan budaya kerja yang produktif dan inovatif.  
“Jangan menggunakan budaya kerja yang biasa-biasa saja. Ibarat mengikuti lomba balap, kalau kita bisa lebih cepat sejak awal akan lebih bagus,” ujar Fauzan.

Namun ditekankan Fauzan, agar bisa cepat berjalan diperlukan konsolidasi, artinya merapatkan shaf layaknya imam shalat itu yang harus melihat dulu para makmum sudah rapi atau belum shaf-nya.

“Apa yang dirapatkan, tidak hanya fisik tapi juga niat. Maka harus ada konsolidasi idiil dengan semua terlibat dalam manajemen kampus, harus tahu arah kampus mau dibawa kemana, itu salah satu konsolidasi idiilnya,” terang Guru Besar bidang Pendidikan tersebut.

Konsolidasi idiil juga mengenai cita-cita, lalu style (gaya) kerja. Gaya kerja ini menurut Fauzan, sangat penting. 

Disampaikan Fauzan, ia sengaja tidak membuka jas kerja (dalam pertemuan) karena iamenghadapi orang-orang yang dituntut kerja serius. Menurutnya, performance itu memperlihatkan keseriusan.

“Konsolidasi idiil itu adalah konsolidasi yang sifatnya non material seperti cita cita, komitmen integritas, loyalitas,” ujar Fauzan.

Soal loyalitas misalnya, Fauzan menekankan pemahaman agar civitas akademika UMJT jangan sampai tidak menunjukkan loyalitas saat berada di luar kampus.

“Jangan sekali-kali dalam lingkungan UMJT ini, saat keluar bapak ibu tidak menunjukan loyalitas.  Ini akan jadi penyakit. Rejeki yang diterima bisa jadi tidak berkah. Hal seperti ini memang harus dipahami betul,.” Ujar Fauzan.

Hal yang termasuk dalam konsolidasi idiil dalam pengelolaan perguruan tinggi adalah komitmen waktu kerja dengan menjadikan kampus sebagai rumah kedua sehingga hubungan yang tercipta bukan transaksional.

Dalam konteks UMJT (UMMAD), Fauzian menyahampaikan, mumpung masih kecil, harus bisa dipetakan hal-hal yang kecil yang harus dilakukan. 

Pelayanan harus humanis, tidak hanya sekedar melayani mahasiswa tapi melayani agar mahasiswa merasa senang. 

Fauzan juga mengajak, civitas akademika UMJT memiliki keyakinan bahwa nanti kampus ini akan besar. 

Maka dilarang memelihara pikiran stagnan, membiarkan cara berfikir biasa-biasa saja  tapi menggunakan standar berfikir yang luar biasa.

“Kita harus merasa jika tertinggal itu rasanya gimana sih, tergopoh-gopoh untuk mengejar. Jangan sudah tertanggal merasa tidak merasa tertinggal. Nah kita iniharus jadi orang tergopoh-gopoh mengejar ketertinggalan,”
 terang Fauzan. (PJ)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Biringkanaya Kota Makassar menggelar keg....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Tembang Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

Solidaritas yang Terus Terjaga: Setahun Agresi Israel terhadap Palestina Oleh: Teguh Pamungkas, War....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tren olahraga lari semakin diminati masyarakat, terutama menje....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah