Warga Muhammadiyah Kuantan Singingi Laksanakan Sholat Tarawih Perdana

Publish

18 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
462
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUANSING, Suara Muhammadiyah - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan Sholat Tarawih perdana pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Pelaksanaan ini merujuk pada keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut merupakan bagian dari implementasi resmi KHGT yang telah ditanfidzkan sejak awal tahun 2025. Dengan demikian, warga Muhammadiyah memulai ibadah Ramadhan lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah secara nasional yang menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Di Kabupaten Kuantan Singingi, Sholat Tarawih perdana digelar di sejumlah titik, mulai dari Hulu Kuantan, Lubuk Jambi, Kari, Singingi, Teluk Kuantan, Benai hingga Cerenti. Jamaah tampak memadati masjid dan musala di masing-masing wilayah untuk menunaikan ibadah malam pertama Ramadhan dengan penuh kekhusyukan.

Di ibu kota kabupaten, Teluk Kuantan, Sholat Tarawih perdana dilaksanakan di Masjid Nurul Ilmi Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan. Bertindak sebagai imam adalah Ust. Febrian Alberi, Lc. Usai pelaksanaan sholat tarawih dan witir, jamaah mendengarkan sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuantan Singingi, Rindra Febrian, S.Fil.I., M.H.

Dalam sambutannya, Rindra menegaskan bahwa pelaksanaan ini sepenuhnya berdasarkan keputusan PP Muhammadiyah yang telah menggunakan KHGT sejak ditanfidzkan pada awal 2025. Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil ijtihad kolektif yang bertujuan memberikan kepastian dalam penetapan awal bulan hijriyah.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kuantan Singingi, Bobby Mulya, Lc., M.S.I., dalam ceramah Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan KHGT bertujuan mewujudkan persatuan umat Islam secara global, memberikan kepastian hukum, serta selaras dengan semangat Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

Meski terdapat perbedaan dengan penetapan awal Ramadhan secara nasional, para pimpinan Muhammadiyah di Kuantan Singingi mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah dan persatuan. Perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan diharapkan menjadi bagian dari dinamika ijtihad yang disikapi dengan saling menghormati dan menghargai.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Dua hafidzhoh 30 juz kembali lahir dari Program Daurah Tahfidz Qur&rsqu....

Suara Muhammadiyah

7 September 2025

Berita

MURUNG RAYA, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan Diklat Anggota Dasar ....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unive....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan BandungBergerak me....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kolaborasi nyata dilakukan oleh Gerakan Amal Sedekah Sampah dan Baw....

Suara Muhammadiyah

14 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah