Warga Muhammadiyah Kuantan Singingi Laksanakan Sholat Tarawih Perdana

Publish

18 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
255
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUANSING, Suara Muhammadiyah - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan Sholat Tarawih perdana pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Pelaksanaan ini merujuk pada keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut merupakan bagian dari implementasi resmi KHGT yang telah ditanfidzkan sejak awal tahun 2025. Dengan demikian, warga Muhammadiyah memulai ibadah Ramadhan lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah secara nasional yang menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Di Kabupaten Kuantan Singingi, Sholat Tarawih perdana digelar di sejumlah titik, mulai dari Hulu Kuantan, Lubuk Jambi, Kari, Singingi, Teluk Kuantan, Benai hingga Cerenti. Jamaah tampak memadati masjid dan musala di masing-masing wilayah untuk menunaikan ibadah malam pertama Ramadhan dengan penuh kekhusyukan.

Di ibu kota kabupaten, Teluk Kuantan, Sholat Tarawih perdana dilaksanakan di Masjid Nurul Ilmi Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan. Bertindak sebagai imam adalah Ust. Febrian Alberi, Lc. Usai pelaksanaan sholat tarawih dan witir, jamaah mendengarkan sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuantan Singingi, Rindra Febrian, S.Fil.I., M.H.

Dalam sambutannya, Rindra menegaskan bahwa pelaksanaan ini sepenuhnya berdasarkan keputusan PP Muhammadiyah yang telah menggunakan KHGT sejak ditanfidzkan pada awal 2025. Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil ijtihad kolektif yang bertujuan memberikan kepastian dalam penetapan awal bulan hijriyah.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kuantan Singingi, Bobby Mulya, Lc., M.S.I., dalam ceramah Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan KHGT bertujuan mewujudkan persatuan umat Islam secara global, memberikan kepastian hukum, serta selaras dengan semangat Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

Meski terdapat perbedaan dengan penetapan awal Ramadhan secara nasional, para pimpinan Muhammadiyah di Kuantan Singingi mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah dan persatuan. Perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan diharapkan menjadi bagian dari dinamika ijtihad yang disikapi dengan saling menghormati dan menghargai.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - SMP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi merealisasikan ....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tahun Pelajaran 2024/2025 Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyaka....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

Rumuskan Lima Langkah Strategis Majukan Kampus SINJAI, Suara Muhammadiyah - Dr. Suriati, M.Sos.I me....

Suara Muhammadiyah

3 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Ke....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi dan ....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023