WASATHIYAH BERKEMAJUAN

Suara Muhammadiyah

26 July 2025

1971
Foto Istimewa

Foto Istimewa

WASATHIYAH BERKEMAJUAN 

Butir keempat al-Khasha’ishu al-Khamsu (Karakteristik Lima), al-Islam al-Taqaddumi (Islam berkemajuan) dalam Risalah Islam Berkemajuan adalah Tanmiyat al Wasathiyah (Mengembangkan Wasathiyah).

Dalam keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48 tersebut, mengembangkan wasathiyah dijabarkan dengan kalimat: Al-Qur’an menyatakan bahwa umat Islam adalah ummatan wasathan (umat tengahan), yang mengandung makna unggul dan tegak. Islam itu sendiri sesungguhnya adalah agama wasathiyah (tengahan), yang menolak ekstremisme dalam beragama dan sikap sosial baik dalam bentuk sikap berlebihan (ghuluww) maupun sikap pengabaian (tafrith).

Wasathiyah juga bermakna posisi tengah di antara dua kutub, yakni ultra-konservatisme dan ultra-liberalisme dalam beragama. Selaras dengan itu, wasathiyah menuntut sikap seimbang (tawazun) antara kehidupan individu dan masyarakat, lahir dan batin, serta duniawi dan ukhrawi.

Wasathiyah tidak mengarah pada toleransi terhadap sekularisme politik dan permisivisme moral. Karena Islam adalah agama wasathiyah, maka ia harus menjadi ciri yang menonjol dalam berpikir dan bersikap umat Islam. Wasathiyah diwujudkan dalam sikap sosial (1) tegas dalam pendirian, luas dalam wawasan, dan luwes dalam sikap; (2) menghargai perbedaan pandangan atau pendapat; (3) menolak pengkafiran terhadap sesama muslim; (4) memajukan dan menggembirakan masyarakat; (5) memahami realitas dan prioritas; (6) menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok atau paham keagamaan tertentu; dan (7) memudahkan pelaksanaan ajaran agama.

Al-Qur’an Surat al-Baqarah 143 menyebut “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan”. Kalimat ini bersambung dengan “agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia”. Dua frasa yang bersambung tersebut mengandung makna bahwa umat wasathiyah berfungsi menjadi pelaku perbuatan dalam kehidupan. Bukan semata-mata bersifat pertengahan atau umat yang adil dan pilihan belaka. Dengan demikian karakter atau sifat dasar wasathiyah yang dikehendaki Allah sebagaimana terkandung dalam Al-Qur’an itu adalah “wasathiyah berkemajuan” atau “wasathiyah Islam Berkemajuan”.

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 08/2025


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

PENDIDIKAN ANAK DI USIA EMAS Cerita tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Jepang kerap membuat kita ....

Suara Muhammadiyah

7 November 2023

Editorial

Muhammadiyah Sebagai Sistem Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Muhammadiyah dikenal sebagai orga....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Editorial

KITA USAHAKAN RUMAH ITU Muhammadiyah sering dibanggakan sebagai organisasi kader. Sejarahnya penuh ....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Editorial

AGAR BASA-BASI TAK MENYAKITI HATI Banyak orang tak berpikir panjang sebelum ber-’basa-basi&rs....

Suara Muhammadiyah

12 April 2024

Editorial

HIDUP BERSAHAJA  “Hidup sederhana, gak punya apa-apa tapi banyak cinta. Hidup bermewah-m....

Suara Muhammadiyah

7 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah