Wisuda dan Pelepasan Thalabah PUTM, Siapkan Ulama Berkemajuan di Era Disrupsi

Suara Muhammadiyah

29 August 2026

94
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) kembali melepas kader ulama untuk mengabdi di tengah masyarakat. Sebanyak 52 wisudawan dan 44 thalabah pengabdian mengikuti prosesi Wisuda dan Pelepasan Thalabah PUTM 2026 di Ballroom Prime UMY Hotel, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan 16 Rabiul Awal 1448 H tersebut menjadi momentum penting bagi PUTM dalam meneguhkan komitmennya mencetak kader ulama yang memiliki fondasi keislaman kuat, wawasan keilmuan luas, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Direktur PUTM, Muhamad Rofiq Muzakkir, Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan PUTM terus dilakukan, termasuk melalui pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan khazanah keislaman klasik dengan ilmu pengetahuan kontemporer.

Menurutnya, kader ulama Muhammadiyah tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga harus mampu membaca perkembangan masyarakat dan merespons persoalan modern secara ilmiah dan konstruktif.

Kurikulum PUTM dikembangkan melalui empat gugus utama, yakni Ulumul Wasail, Ilmul Maqasid, Al-Ulum Al-Muasirah, dan Al-Khibrah Al-Madaniah.

Ulumul Wasail berfokus pada penguatan ilmu alat seperti Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Ulumul Qur’an, Usul Fikih, serta Manhaj Tarjih. Sementara Ilmul Maqasid mendalami substansi keislaman seperti akidah, fikih perbandingan mazhab, ilmu falak, dan tarikh tasyri’.

Adapun Al-Ulum Al-Muasirah memberikan bekal wawasan kontemporer, antara lain sosiologi agama, fikih siyasah, sains, hingga studi orientalisme. Sedangkan Al-Khibrah Al-Madaniah diarahkan pada pengalaman empiris melalui praktik ijtihad dan pengabdian di tengah masyarakat.

Rofiq menyebut pendekatan tersebut sebagai filosofi Majma'ul Bahrain atau “pertemuan dua lautan”, yang terinspirasi dari QS Al-Kahf ayat 60. Filosofi itu menggambarkan upaya mempertemukan khazanah intelektual Islam klasik dengan ilmu-ilmu kontemporer.

“PUTM ingin melahirkan ulama yang mampu berdialog dengan warisan intelektual Islam sekaligus membaca realitas kontemporer,” ungkap Rofiq yang dikedepankan dalam pengembangan kurikulum PUTM.

Upaya internasionalisasi juga terus dilakukan. PUTM menetapkan target kemampuan Bahasa Inggris melalui skor IELTS 6.0 dan menghadirkan penutur asli Bahasa Arab dari Maroko, Syekh Khalid dan Syekh Muhammad Aufi, untuk memperkuat kemampuan bahasa dan wawasan global para thalabah.

Selain melepas 52 wisudawan, PUTM juga melepas 44 thalabah yang akan menjalani masa pengabdian di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun akademik ini, PUTM juga menerima 60 thalabah baru, termasuk empat mahasiswa internasional asal Mindanao, Filipina.

Ulama Hadir dengan Karya

Selanjutnya, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ustadi Hamzah, mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada penguasaan teori keagamaan. Para alumni PUTM harus mampu menghadirkan Islam melalui tindakan dan karya nyata.

Ia mendorong para thalabah untuk memiliki keteguhan dalam menjalankan pengabdian sekaligus mampu membangun citra Islam yang positif di tengah masyarakat.

Menurut Ustadi, dakwah di era modern membutuhkan kemampuan menghadirkan Islam secara menarik, berkemajuan, dan relevan dengan persoalan masyarakat. Nilai-nilai Islam harus tampak melalui akhlak, karya intelektual, maupun solusi konkret yang diberikan kepada umat.

“Buktikan keluarbiasaan Islam dalam tindakan konkret. Jangan biarkan agama hanya berhenti di ruang-ruang doa,” pesan Ustadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat fastabiqul khairat. Para kader ulama didorong untuk menjadi bagian dari barisan terdepan dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

Semenata itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi, memberikan pesan khusus kepada para lulusan PUTM agar mampu menjadi penjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurut Haedar, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. AI dapat membantu manusia bekerja lebih cepat dan efisien, tetapi terdapat aspek kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

AI, kata Haedar, boleh memiliki kemampuan memproses informasi yang jauh lebih cepat daripada manusia. Namun, teknologi tidak memiliki al-qalb atau hati nurani dan tidak memiliki hikmah sebagaimana manusia.

Karena itu, para kader ulama harus memiliki karakter yang kuat agar mampu menjadi penuntun masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.

Haedar menekankan lima karakter Islam Berkemajuan yang perlu menjadi identitas kader, yaitu mabda' at-tauhid atau menjadikan tauhid sebagai basis moral; ruju' ilal Qur'an wa Sunnah dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani; ihya' al-ijtihad wa tajdid atau menghidupkan ijtihad dan pembaruan; tanmiatul wasathiyah atau mengembangkan sikap moderat yang berkeadaban; serta tahqiq rahmatan lil 'alamin dengan menghadirkan kemaslahatan nyata bagi semesta.

Selain persoalan teknologi, Haedar mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan jasa orang tua. Menurutnya, keberhasilan seorang kader ulama tidak dapat dilepaskan dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga.

Haedar mengungkapkan bahwa orang tua yang mahir menyembunyikan penderitaan dan kelelahan demi memastikan anak-anaknya sukses di PUTM. "Keberkahan seorang ulama akan sirna jika ia mengabaikan orang tua dan kehilangan loyalitas pada sistem kolektif persyarikatan," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya loyalitas terhadap Persyarikatan Muhammadiyah. Para alumni PUTM diharapkan mampu menjaga integritas diri sekaligus terus berkontribusi dalam gerakan Muhammadiyah di mana pun mereka berada.

Prosesi wisuda dan pelepasan juga diwarnai berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan para thalabah. Selain itu, para thalabah menampilkan pembacaan puisi dalam dua bahasa, pencak silat “Sang Jawara”, serta storytelling yang mengangkat fragmen novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Usia 108 tahun ini bukan merupakan waktu yang sebentar bagi Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam sambutannya di acara Baitul Arqam mahasiswa baru Fakultas ....

Suara Muhammadiyah

25 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perhatian dan dukungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) te....

Suara Muhammadiyah

9 February 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Ribuan wisudawan memenuhi Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pa....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dua Program Studi (Prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (F....

Suara Muhammadiyah

8 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah