PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PW ‘Aisyiyah) Riau sukses menyelenggarakan Wisuda Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah Angkatan I pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Institut Pendidikan dan Teknologi ‘Aisyiyah Riau (IPTAR), Jalan Angkasa, dan menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas ekonomi perempuan di Riau.
Ketua MEK PW ‘Aisyiyah Riau, Gusfi Yanti, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 25 peserta resmi diwisuda setelah menyelesaikan program pembinaan kewirausahaan. Para peserta telah melalui berbagai tahapan pelatihan yang mencakup pengembangan usaha, manajemen bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.
“Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong lahirnya wirausaha perempuan yang mandiri, tangguh, dan mampu bersaing di era digital,” ujar Gusfi Yanti.
Sebagai tindak lanjut dari program SWA, MEK PW ‘Aisyiyah Riau akan membentuk Ikatan Saudagar dan Wirausaha ‘Aisyiyah (ISWARA) di tingkat provinsi. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi, penguatan jaringan, serta pengembangan kapasitas bagi para alumni SWA dalam mengembangkan usaha mereka.
Sementara itu, Ketua PW ‘Aisyiyah Riau, Dr. H. Hikmani, M.Pd, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya program Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga agen perubahan yang mampu menginspirasi perempuan lainnya untuk mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.
Acara wisuda ini juga diisi dengan kuliah umum yang disampaikan oleh H. Hendri Munief, MBA, Anggota Komisi VII DPR RI. Dalam materinya yang berjudul Akselerasi UMKM Perempuan Riau: Digitalisasi, Standarisasi, dan Kemandirian Ekonomi Nasional, ia menyoroti pentingnya adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci utama dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk. Selain itu, standarisasi produk juga diperlukan agar UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
“Perempuan memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor UMKM. Dengan dukungan pelatihan dan akses yang tepat, mereka dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional,” jelas Hendri Munief.
Kegiatan ini ditutup dengan prosesi wisuda dan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta. Suasana haru dan bangga menyelimuti para wisudawati yang kini siap mengembangkan usaha mereka secara lebih profesional. (Gusfi)
