Wujudkan Kemaslahatan Umat, LPHU Sosialisasi Fatwa Tarjih Terkait Penyembelihan Dam di Tanah Air

Suara Muhammadiyah

29 April 2026

364
Dok Istimewa

Dok Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi dan sosialisasi mengenai Fatwa Tarjih tentang penyembelihan hewan dam jamaah haji di Tanah Air. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (28/4/2026) ini menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah dam adalah pesan kepedulian sosial yang membawa maslahat lebih luas bagi bangsa.

Diskusi ini menghadirkan narasumber otoritatif, di antaranya Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr. Kiai Endang Mintarja, M.A., Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Ziyad, serta perwakilan Kemenhaj, Nur Alya Fitria.

Dalam pengantarnya, Sekretaris LPHU PP Muhammadiyah, Ustadz Marzuki Aljawiy, menekankan bahwa ijtihad ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan upaya nyata dalam mendukung program nasional. "Penyembelihan dam di dalam negeri membawa kebaikan bagi bangsa. Pendistribusian daging yang tepat sasaran dapat membantu pemerintah dalam upaya pemerataan gizi secara nasional," ungkapnya.

Kiai Endang Mintarja menjelaskan bahwa lahirnya fatwa ini melalui proses kajian yang panjang dan bertahap. Menurutnya, illat (sebab hukum) yang paling kuat dalam syariat penyembelihan dam adalah nilai sosialnya.

"Pesan takwa yang paling nyata dalam konteks kurban, dam, maupun hadyu adalah kepedulian sosial. Berdasarkan kajian ayat, hadis, dan pendapat ulama terdahulu, pesan ini semakin kuat bahwa daging dam harus tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," jelas Kiai Endang.

Ia menambahkan bahwa secara ritual, pelaksanaan dam bersifat fleksibel. Mengingat kondisi di Tanah Haram saat ini di mana pasokan daging dam sudah sangat melimpah dan penduduk setempat relatif sudah sejahtera, maka mengalihkan distribusi ke Indonesia menjadi pilihan yang lebih bijaksana secara syar'i.

Menariknya, langkah Muhammadiyah ini sejalan dengan kebijakan global. Kiai Endang mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi dan dukungan terhadap ide penyembelihan serta distribusi dam di luar Tanah Suci.

"Secara syar'i dasarnya kuat, dan secara politis didukung oleh dua negara, baik Indonesia maupun Arab Saudi," tambahnya.

Meski demikian, Muhammadiyah tetap mengedepankan sikap tasamuh (toleran) terhadap perbedaan pendapat. "Kami menghormati pendapat lain yang berbeda. Namun, kami berkeyakinan bahwa fatwa ini tetap berpijak pada prinsip syariah dan paradigma yang dibangun ulama terdahulu," tegas Kiai Endang.

Acara ini dihadiri oleh para praktisi perhajian, pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta perwakilan biro perjalanan haji dan umrah (travel) di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. Melalui sosialisasi ini, diharapkan warga Muhammadiyah memiliki kesamaan pandangan dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan kurban melalui skema dam yang lebih produktif bagi umat di Tanah Air. (Red)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

WFH Jumat: Menuju Jihad Ekologi dan Transformasi Etos Kerja Oleh: Faozan Amar, Wakil Ketua MPKS PP ....

Suara Muhammadiyah

11 April 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah — Pesantren Muhammadiyah Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Berita

RS PKU Muhammadiyah, LazisMu RS PKU dan NA Wonosari Berkolaborasi  WONOSARI, Suara Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana ramai memenuhi ruang Ballroom 2 The Sultan Hotel Jakarta....

Suara Muhammadiyah

26 February 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Berada di lima besar secara nasional, membawa guru SMK Muhamm....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah