Yobe State Nigeria Kagum Pendidikan Islam Ala Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

11 September 2026

365
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu terus diperkuat oleh setiap bangsa dan negara. Salah satunya melalui pengembangan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang.

Upaya tersebut turut menjadi perhatian Yobe State, salah satu negara bagian di Nigeria. Hal ini disampaikan dalam kunjungan delegasi Yobe State ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta, pada Jumat (11/9).

Delegasi yang hadir di antaranya Abba Idris Adam, Komisioner Pendidikan Dasar dan Menengah (Basic and Secondary Education) Yobe State. Kunjungan tersebut bertujuan menawarkan kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Yobe State dan Muhammadiyah dalam membangun model sekolah yang mengintegrasikan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, serta perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Haedar menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, umat Islam di berbagai negara perlu terus meningkatkan kualitas keberagamaan yang terkoneksi dengan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, serta perkembangan zaman.

Menurut Haedar, integrasi antara nilai-nilai keislaman dan kemajuan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban umat Islam agar mampu berkembang dan tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain.

“Sehingga kita sebagai umat Muslim tidak tinggal di belakang dibandingkan dengan negara-negara lain,” ujar Haedar.
Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah berkomitmen untuk mengawal proses kerja sama tersebut. Menurutnya, upaya memperbaiki kondisi dan tata kelola kehidupan umat Islam membutuhkan langkah konkret dan nyata, salah satunya melalui penguatan sektor pendidikan.

“Untuk memperbaiki penataan dan situasi umat Islam memang diperlukan tindakan yang konkret dan nyata,” pungkasnya.

Adam menjelaskan, pihaknya memilih Muhammadiyah sebagai mitra setelah melakukan kunjungan dan mempelajari berbagai model pendidikan di sejumlah tempat, khususnya di Indonesia dan Malaysia.

“Kami mengunjungi banyak tempat, tetapi akhirnya kami menyadari bahwa contoh terbaik, model terbaik yang kami dapatkan adalah di Muhammadiyah,” paparnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Ratusan umat Islam mengikuti Shalat Idul Fitri 1445 H. di halaman Ka....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Berita

KL, Suara Muhammadiyah - Asia Pacific Youth Leaders Summit merupakan konferensi pemuda internasional....

Suara Muhammadiyah

28 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 20 peserta dari Universiti Malaya (UM) Malaysia, ter....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

4 October 2025

Berita

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah - Lazismu melalui Program Indonesia Siaga menyalurkan bantuan ....

Suara Muhammadiyah

25 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah