JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil meraih pendanaan Program Bantuan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Perguruan Tinggi Tahun 2026. Keputusan ini berdasaran Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1727/DST/B2/DT.00.03/2026 tertanggal 20 Mei 2026.
Penguatan ULD UMJ diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Mutmainah, M.M., Pada saat diwawancarai yang dilakukan pada Senin (08/06/2026), ia menjelaskan bahwa UMJ berkomitmen memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa difabel, untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya ULD UMJ terus mengembangkan layanan akademik, fasilitas, dan lingkungan kampus yang lebih ramah, inklusif, dan aksesibel bagi semua.
“Bantuan ini akan difokuskan pada penguatan Unit Layanan Disabilitas melalui asesmen kebutuhan mahasiswa disabilitas, penyusunan panduan dan SOP layanan, pelatihan dosen dan tenaga kependidikan, penguatan program pendampingan akademik, serta pengembangan sarana dan layanan yang lebih aksesibel,” ujar Sekretaris Senat Universitas ini.
Ia menjelaskan bahwa ULD UMJ akan mengembangkan layanan disabilitas berbasis digital yang terintegrasi dengan platform pembelajaran aksesibel UMJ. Selain itu juga menghadirkan sistem pendampingan yang lebih terstruktur.
“Mahasiswa disabilitas akan memperoleh akses pembelajaran yang lebih mudah, layanan yang sesuai kebutuhan, serta kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan berprestasi,” tambahnya.
Mutmainah berharap ULD UMJ dapat terus berkembang menjadi pusat layanan pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan menjadi salah satu rujukan bagi perguruan tinggi lainnya. Ia menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang setara, nyaman, dan mendukung bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
Dengan adanya pendanaan Program Bantuan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Tahun 2026, UMJ semakin memperkuat langkahnya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang aksesibel dan berkualitas bagi semua mahasiswa, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif di Indonesia.

