Abdul Mu'ti Ajak Perkuat Persatuan Agar Terhindar dari Letupan Permusuhan

Suara Muhammadiyah

12 September 2025

859
Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Mohammad Nashiir

Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Mohammad Nashiir

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti memberikan kuliah subuh di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Sabtu (13/9).

Mu'ti mengatakan pentingnya memelihara dan menjaga ikatan persatuan dalam kehidupan. Lebih-lebih, di tengah kemajemukan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia. Hal ini sebagaimana telah menjadi instruksi Allah di Qs Ali Imran (3) ayat 103.

"Dari bagian awal ayat ini kita mendapat petunjuk dari Allah agar kita semua bersatu. Jangan sampai bermusuhan, terpecah belah dan bercerai berai," katanya.

Dalam tafsir Al-Qur'an, ayat ini dikategorisasikan sebagai ayat Madaniyyah, yakni diturunkan setelah Rasulullah hijrah. Kalau menyigi relevansi ayat ini, terpotret kehidupan masyarakat Anshar dan Muhajirin. "Mereka hidup rukun dan guyup," tuturnya.

Tetapi, aral melintangnya, Kaum Yahudi tidak menghendaki hal demikian. Lalu, menyebarkan benih kebencian dan permusuhan, di antara dua masyarakat tersebut. "Orang Yahudi sejak dulu suka buat ontran-ontran. Mereka memecah penduduk asli itu," katanya.

Sementara, orientasi hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah, hendak mempersatukan dan mempersaudarakan kembali kedua masyarakat tersebut. "Hijrah Nabi ke Madinah adalah mempersaudarakan dan mendamaikan kaum Anshar dan Muhajirin," ujarnya. Sehingga, memiliki sensitivitas dalam hal ihwal menyemai kebaikan secara inklusif.

Di situlah persatuan menemukan titik urgensinya. Dengan kuatnya persatuan, kehidupan bermasyarakat terhindar dari letupan permusuhan yang berlarut-larut dan tak berkesudahan.

"Kita menjadi bersatu karena diikat oleh tali Allah. Sehingga ketika terjadi permusuhan itu terjadi, berpegang teguh kepada tali Allah," tegasnya.

Salah satu tantangannya, yaitu menyangkut ikhtilaf (perbedaan). Namun begitu, ketika terjadi ikhtilaf, Mu'ti berpesan agar jangan sampai menciptakan perseturan dan permusuhan sesama umat manusia yang tidak dikehendaki oleh Allah. "Kita boleh berbeda, tetapi jangan sampai bermusuhan," tegasnya.

Untuk menciptakan persaudaraan, Mu'ti menerangkan agar memperkuat hubungan antara sesama manusia (habl min al-nas). "Ini harus kita jaga bersama," pinta Mu'ti. Dan yang paling substansial adalah menjaga hubungan dengan Allah (habl min Allah). "Karena itu, kita harus menjaga tali Allah," timpalnya.

Mu'ti mengajak agar seluruh umat Islam untuk memperkuat ikatan sesama umat Islam. Pada saat yang sama, perlu memperkuat juga ikatan sosial dan lebih luas memperkuat ikatan sebagai bangsa Indonesia.

"Bangsa ini tidak bisa akan kuat kalau kita tidak rukun dan terikat satu dengan lainnya. Dan inilah yang disampaikan dan dipesankan oleh Al-Qur'an," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H. hadir dan &n....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

MUI Mengajak Solidaritas dan Dukungan YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Krisis kemanusiaan yang luar....

Suara Muhammadiyah

15 September 2023

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah– Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar acara Seminar....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melepas tiga mahasiswa Intern....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhamamdiyah – Dosen program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Band....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah