Agar Tidak Kaku, Baitul Arqam Perlu Dikemas dengan Pendekatan Gaya Baru

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

234
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd hadir di Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Jawa Tengah. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd hadir di Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Jawa Tengah. Foto: Cris

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pelaksanaan Baitul Arqam di Muhammadiyah menjadi sangat penting. Kenapa? Karena ia sebagai medium pembinaan sekaligus ruang memperkaya pemahaman ideologi keislaman, kemuhammadiyahan, dan kepemimpinan bagi para kader dan anggotanya.

Dalam konteks itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendorong perlu adanya pendekatan gaya baru dalam Baitul Arqam. Yang selama ini masih sebatas penyampaian materi yang bersifat kaku.

“Saya sempat bercanda, udah Baitul Arqamnya tidak usah diisi ceramah, Baitul Arqamnya nonton film Children of Heaven. Karena isinya Baitul Arqam itu kalau kita nonton film itu,” ungkapnya, Sabtu (13/6).

Mu’ti mengungkapkan hal demikian saat saat Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang di Griya Harmoni Amposari Timur, Kedungmundu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kata Mu’ti, menonton film juga menjadi sebuah pendekatan gaya baru materi Baitul Arqam di era kekinian. “Model kita menanamkan ideologi itu bisa berbagai macam,” bebernya.

Bahkan, Mu’ti berseloroh dengan mengusulkan kalau tempat pelaksanaan Baitul Arqam berada di luar gedung—hotel. “Jangan di hotel terus Baitul Arqamnya. Kalau di hotel terus tidak ada shalat berjamaahnya di situ,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Mu'ti yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, mengusulkan tempat lain dari pelaksanaan Baitul Arqam selain hotel. Yakni berada di sebuah kapal. Mengapa begitu?

“Kapalnya ke daerah yang tidak ada sinyal. Karena sering kalau kita mengadakan di hotel pegang hp terus, banyak izin. Menjadi tidak khusyuk Baitul Arqamnya,” tuturnya.

Maka, tatkala pendirian amal usaha maupun pelaksanaan program dakwah di tengah masyarakat mesti dibarengi dengan penanaman nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.

“Oleh karena itu maka, ketika kita mendirikan banyak hal (amal usaha,red), ideologinya harus kokoh,” tegas Mu’ti. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan melakukan ....

Suara Muhammadiyah

29 July 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

24 April 2026

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - ditengah zaman yang sering kali mengukur manusia dari produktivitas d....

Suara Muhammadiyah

21 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dimulai dengan beberapa sambutan dan diakhiri dengan menerban....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Idul Fitri sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadhan, telah diraya....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah