Agar Tidak Kaku, Baitul Arqam Perlu Dikemas dengan Pendekatan Gaya Baru

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

274
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd hadir di Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Jawa Tengah. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd hadir di Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Jawa Tengah. Foto: Cris

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pelaksanaan Baitul Arqam di Muhammadiyah menjadi sangat penting. Kenapa? Karena ia sebagai medium pembinaan sekaligus ruang memperkaya pemahaman ideologi keislaman, kemuhammadiyahan, dan kepemimpinan bagi para kader dan anggotanya.

Dalam konteks itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendorong perlu adanya pendekatan gaya baru dalam Baitul Arqam. Yang selama ini masih sebatas penyampaian materi yang bersifat kaku.

“Saya sempat bercanda, udah Baitul Arqamnya tidak usah diisi ceramah, Baitul Arqamnya nonton film Children of Heaven. Karena isinya Baitul Arqam itu kalau kita nonton film itu,” ungkapnya, Sabtu (13/6).

Mu’ti mengungkapkan hal demikian saat saat Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang di Griya Harmoni Amposari Timur, Kedungmundu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kata Mu’ti, menonton film juga menjadi sebuah pendekatan gaya baru materi Baitul Arqam di era kekinian. “Model kita menanamkan ideologi itu bisa berbagai macam,” bebernya.

Bahkan, Mu’ti berseloroh dengan mengusulkan kalau tempat pelaksanaan Baitul Arqam berada di luar gedung—hotel. “Jangan di hotel terus Baitul Arqamnya. Kalau di hotel terus tidak ada shalat berjamaahnya di situ,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Mu'ti yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, mengusulkan tempat lain dari pelaksanaan Baitul Arqam selain hotel. Yakni berada di sebuah kapal. Mengapa begitu?

“Kapalnya ke daerah yang tidak ada sinyal. Karena sering kalau kita mengadakan di hotel pegang hp terus, banyak izin. Menjadi tidak khusyuk Baitul Arqamnya,” tuturnya.

Maka, tatkala pendirian amal usaha maupun pelaksanaan program dakwah di tengah masyarakat mesti dibarengi dengan penanaman nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.

“Oleh karena itu maka, ketika kita mendirikan banyak hal (amal usaha,red), ideologinya harus kokoh,” tegas Mu’ti. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyambut bulan Ramadhan ....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Rakyat Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi akbar pada pemil....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengukuhkan guru ....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Eco Bhinneka Muhammadiyah, bersama GreenFaith Indonesia dan duku....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Kader muda Muhammadiyah asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ....

Suara Muhammadiyah

8 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah