AI Kian Digdaya, Jangan Biarkan Manusia Kehilangan Kendali

Suara Muhammadiyah

22 October 2026

183
Prof Dr Haedar Nashir, MSi

Prof Dr Haedar Nashir, MSi

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Yuval Noah Harari dalam bukunya berjudul “Sapiens: A Brief History of Humankind” menyebut, manusia memiliki karakter dasar yang pada intinya selalu muncul keinginan berinteraksi dengan orang lain.

“Dan dalam relasi itulah kemudian hidup rasa sosial antar manusia dan orientasi kemanusiaan yang menumbuhkan humanisme,” ujar Haedar Nashir.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, orientasi kemanusiaan dan humanisme menjadi ciri khas manusia. “Yang tidak dimiliki oleh apa pun,” ucapnya.

Menggarisbawahi kemunculan kecerdasan buatan yang semakin canggih dan digdaya, boleh jadi bisa mengambil sebagian, tetapi tidak bisa mengambil secara keseluruhan.

“Tentang rasa, perasaan sosial, dan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain dalam keragaman perasaan,” jelasnya.

Mengerucutkan keragaman perasaan itu maujudnya berupa suka, duka, senang, benci, cinta, dan lain sebagainya. Itulah yang disampaikan Haedar, Kamis (22/10) dalam Milad ke-5 dan Wisuda Sarjana SiberMu TA 2026/2027 di di Sedayu, Bantul.

Haedar menekankan kemunculan kecerdasan buatan itu yang oleh Harari disebut dalam bukunya “Homo Deus.” Makna Homo Deus itu berupa interaksi sosial manusia terbantu dengan teknologi, bahkan sampai-sampai mengunggulkan kedigdayaannya.

“Teknologi ini membuat manusia makin selain canggih berpikir, bisa melakukan sesuatu yang di luar nalar kita dan kebiasaan berpikir kita sebelumnya,” tegasnya.

Harari mencontohkan konteks era “Homo Deus” begini. Manusia bisa merancang teknologi kehidupan dan kebahagiaan. Dan kematian, nukil Harari, bisa dirancang 500 tahun usia manusia dengan berbagai proyek yang sangat canggih dari rekayasa bioteknologi tingkat tinggi.

“Akibat dari itu, kata dia (Harari), konsep kematian berubah, dari persoalan teologis ke persoalan teknis. Di mana dia bisa diperpanjang batas kematian itu sampai 500 tahun,” urainya.

Melompat jauh ke depan, Harari menulis buku “Nexus.” Dalam buku ini, Harari menguraikan dunia tidak dibangun oleh manusia, tetapi oleh jaringan informasi yang sedemikian canggih.

“Siapa yang menguasai jaringan informasi, maka dia akan menguasai dunia,” tegas Haedar.

Lebih dari itu, Harari juga memberi catatan krusial: We may be creating a new form of intelligence that does not depend on human consciousness, “Kita mungkin sedang menciptakan bentuk kecerdasan baru yang tidak bergantung pada kesadaran manusia.”

“Kalau sudah terjadi ketergantungan, manusia akan kehilangan daya kendalinya terhadap makhluk ciptaannya sendiri. Dia bisa menciptakan makhluk AI, tetapi dia kehilangan kendali untuk menguasainya,” beber Haedar.

Di sinilah perlu diletakkan prinsip keseimbangan dalam hidup. Bagi Haedar, menjadi sangat penting di tengah lalu lintas kecanggihan teknologi informasi dengan balutan kecerdasan buatan yang begitu rupanya itu.

“Manusia ini makhluk fi ahsan at-taqwim (sebaik-baiknya ciptaan), diberi di dalamnya al-qalb (hati nurani), akal pikiran. Dan dari hati nurani dan akal pikiran terbentuklah akal budi. Dan dari akal budi ini bersenyawa dengan 7 unsur, lahirlah peradaban,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mendukung upaya untuk mewujudkan tujuan program Kota C....

Suara Muhammadiyah

8 May 2024

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Halaman Masjid Taqwa Gambir Baru, dengan mengusung tema &l....

Suara Muhammadiyah

31 October 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Riau (BPH Umri) ....

Suara Muhammadiyah

14 February 2024

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Setiap musibah memang tidak bisa ditebak kehadirannya, seperti kebaka....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur (PW I....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah