Aisyiyah Padang Soroti Ketahanan Pangan di Milad ke-108, Dorong Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga

Suara Muhammadiyah

16 June 2025

1074
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang

PADANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang menggelar Gebyar Milad ke-108 di Masjid Tawakal Aisyiyah, Jalan Bypass, Lubuk Begalung, Rabu (11/6/2025). Acara ini menjadi momentum konsolidasi 16 cabang Aisyiyah se-Kota Padang, sekaligus ajang penguatan peran perempuan dalam isu ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam peringatan ini, Aisyiyah mengusung konsep Qoryah Thayyibah sebagai model desa mandiri berbasis nilai Islam dan ekonomi keluarga. Konsep ini dikupas tuntas oleh Ketua Divisi Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Sumatera Barat, Prof Dr Hj Irta Sulastri, M.Si, yang menjadi pembicara utama.

“Ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan negara. Harus ada intervensi sosial berbasis komunitas, dan perempuan punya peran strategis di situ,” kata Prof Irta dalam paparannya.

Ia menyebut beberapa keberhasilan implementasi Qoryah Thayyibah, seperti peningkatan ekonomi keluarga, partisipasi perempuan dalam kegiatan produktif, hingga kemandirian desa. Namun, ia juga menyoroti tantangan utama: lemahnya komitmen jangka panjang dan minimnya sinergi lintas sektor.

Sementara itu, Ketua PDA Kota Padang, Hj Erliwatty Asli, menegaskan bahwa Aisyiyah bukan hanya organisasi keagamaan, tapi telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan sosial perempuan Indonesia. Aisyiyah saat ini membina ratusan amal usaha, mulai dari TK ABA, klinik kesehatan ibu-anak, panti sosial, hingga koperasi dan unit usaha mikro.

“Di tengah tantangan ekonomi dan sosial, Aisyiyah konsisten hadir sebagai lokomotif perubahan berbasis nilai Islam. Kita bergerak dengan data, dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana,” ujar Erliwatty.

Menurutnya, peringatan Milad ke-108 menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antarcabang untuk menyusun program bulanan yang berdampak langsung ke masyarakat. “Masih banyak PR. Ketimpangan gender, anak putus sekolah, perempuan tanpa akses ekonomi — ini jadi fokus kerja kita,” tambahnya.

Dra Hj Mulyati Jabir, S.Pd, Bendahara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Sumbar, menambahkan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari rumah. “Perempuan itu bukan hanya pengatur konsumsi, tapi aktor utama produksi. Dari pekarangan rumah hingga pasar lokal, harus kita kuasai,” ujar Mulyati.

Ia mendorong agar seluruh cabang Aisyiyah mengembangkan model urban farming, warung sehat, dan koperasi syariah berbasis jamaah. “Kita harus bergerak dari karitatif ke produktif,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kolaboratif lintas sektor dan lintas generasi untuk mengakselerasi gerakan perempuan dalam pembangunan sosial-ekonomi umat. (RI)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Keberhasilan Rasulullah Saw dalam menjalankan dakwahnya disokong ....

Suara Muhammadiyah

19 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ....

Suara Muhammadiyah

13 December 2025

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) T....

Suara Muhammadiyah

26 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universi....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 2 Kalasan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahu....

Suara Muhammadiyah

12 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah