Akidah dan Dakwah yang Kuat, Fondasi Ekonomi Umat Berdaulat

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

566
Dyah Suminar, SE. Foto: Cris

Dyah Suminar, SE. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kesejahteraan ekonomi menjadi bagian integral dari misi dakwah. "Dakwah Muhammadiyah bersifat transformatif," kata Dyah Suminar. 

Yang hal demikian itu diterjemahkan dalam konteks gerakan amar makruf nahi mungkar dengan pendekatan tajdid (pembaruan) dan pemurnian dakwah.

Juga bersifat inklusif. Maknanya, Muhammadiyah itu merangkul masyarakat luas dan bergerak melalui AUM/AUA dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi menuju masyarakat Islam sebenarnya.

"Di mana ada Muhammadiyah berada di suatu daerah, Insyaallah sesegera mungkin akan berdiri pendidikan, amal usaha pendidikan, kesehatan, yang ekonomi nantinya akan mengikuti berikutnya," terang Bendahara Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah tersebut.

Sebuah catatan kritis diutarakan Dyah, saat ini perlu menggeliatkan ekonomi di akar rumput. Lebih-lebih ekonomi berbasis umat (jamaah). 

"Ekonomi umat adalah bagian dari kemajuan peradaban," tegasnya dalam Pengajian Ramadhan 1447 H PP Muhammadiyah, Ahad (22/2) di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Yang hal demikian itu, harus berbasiskan syari'ah dan nilai-nilai Al-Maun. Kata Dyah, itu menjadi bantalan vital untuk mewujudkan keadilan sosial. 

"Juga meratakan kesejahteraan akan bisa dicapai dengan akidah yang kuat," tekannya. 

Manifestasi akidah yang kuat itu berupa etos kerja tinggi, jujur, amanah, karakter yang tangguh, kesiapan menghadapi tantangan global, dan solidaritas sosial.

Namun, di satu sisi, Dyah membongkar saat ini masih terdapat kungkungan permasalahan mendasar dari segi ekonomi. Yaitu ketimpangan ekonomi umat. "Umat Islam masih menghadapi kesenjangan ekonomi," ujar Dyah.

Di samping itu, rendahnya literasi keuangan dan ekonomi syariah. Lemahnya jejaring ekonomi umat. Rendahnya jumlah wirausahawan di lingkungan Muhammadiyah. "Ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Lalu, ada terbatasnya akses modal dan tantangan persaingan global. "Budaya konsumtif yang masih tinggi," tambah lagi Dyah.

Oleh karena itu, upaya untuk mengatasi tumpukan masalah tersebut mencakup mengubah pola pikir statis menjadi progresif. Bentuknya bisa menjadi seorang wirausaha baik di lingkungan Muhammadiyah maupun 'Aisyiyah. 

"Bisa melakukan kegiatan usaha sampai punya daya saing dan bisa masuk ke dalam pasar yang lebih besar," tuturnya.

Lalu Memperkuat UMKM. "Sangat penting, rata-rata 90% usaha di Indonesia adalah UMKM," bebernya. Yang ini harus dikonstruksi sedemikian rupa. "Harus lebih maju, profesional, dan berdaya saing," tekannya.

Berikutnya, melakukan optimalisasi aset dan amal usaha. Bagi Dyah, aset dan amal usaha Muhammadiyah itu sangat banyak. Dan Dyah, mendorong untuk melakukan itu.

"Majelis lembaga untuk membina amal usaha-amal usaha kita dan juga wirausaha-wirausaha di lingkungan kita," jelasnya.

Dan, meningkatkan kemitraan, jejaring, kolaborasi di lingkungan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah serta amal usaha yang ada. Semua itu, pada tujuannya, hendak diobyektivikasi ke bingkai kesejahteraan umat.

"Ini harus secara terus menerus dikonkretkan. Diperlukan komitmen bersama untuk kesejahteraan bareng," tegasnya, menandaskan semua itu dimulai dari bangunan akidah yang kokoh.

"Dengan akidah kuat, dakwah kuat, maka ekonomi umat akan berdaulat," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA TIMUR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menyelenggaraka....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Berita

Selenggarakan Leadership Training dan Upgrading Pimpinan, Anggota, dan Kader PCIM MADRID, Suara Muh....

Suara Muhammadiyah

12 May 2024

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKI....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang bersiap menunjukkan ....

Suara Muhammadiyah

11 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdas....

Suara Muhammadiyah

27 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah