Akidah yang Kokoh Jadi Fondasi Memahami Islam Sesuai Manhaj Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

160
Foto Istimewa

Foto Istimewa

DEPOK, Suara Muhammadiyah – Seiring perkembangan zaman yang sarat perubahan begitu rupa, bangunan akidah warga Muhammadiyah perlu diperkuat.

“Hal itu sebagai dasar menjalankan seluruh ajaran Islam,” tekan Zamah Sari, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, akidah membimbing seluruh aspek kehidupan seorang Muslim, sejak lahir hingga meninggal dunia. “Pemahaman akidah yang kokoh menjadi dasar untuk memahami Islam secara utuh sesuai dengan manhaj Muhammadiyah,” terangnya.

Zamah menyingkap, masih banyak masyarakat yang mencampuradukkan pembahasan akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak, padahal masing-masing memiliki ruang lingkup yang berbeda.

“Pemahaman akidah yang kuat menjadi kunci untuk memahami Islam secara komprehensif sesuai manhaj Muhammadiyah,” bebernya, saat pengajian rutin di Rumah Dakwah Muhammadiyah Duren Seribu, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/6).

Pembahasan akidah, lanjut Zamah, tidak akan membahas tata cara pelaksanaan salat, haji, atau taharah, yang merupakan bagian dari ibadah. Sementara itu, aspek akhlak dan tasawuf mencakup pembahasan mengenai tawakal dan nilai-nilai moral lainnya.

“Akidah sebagai fondasi ajaran Islam, difokuskan pada iman dan tauhid. Tujuannya adalah untuk membersihkan kehidupan seorang Muslim dari praktik syirik, khurafat, dan takhayul,” terangnya.

Ditambahkan Zamah, sari tentang akidah, seperti iman, tauhid, ushuluddin, ilmu kalam, dan fiqih akbar, yang semuanya merupakan bagian integral dari rumpun keilmuan yang sama.

“Ruang lingkup akidah secara sederhana dijelaskan melalui konsep rukun iman, yang menjadi dasar bagi setiap Muslim,” ujarnya.

Pokok pangkal pembahasan ini dari buku Akidah Islam karya Yunahar Ilyas. Zamah menilai, penyusunan buku ini menggunakan pendekatan ilmiah yang tetap berpegang pada manhaj Muhammadiyah, tetapi terbuka terhadap khazanah pemikiran ulama Islam lainnya, termasuk Hasan Al-Banna.

“Hal ini ditekankan sebagai upaya untuk mencapai pemahaman akidah yang lebih komprehensif, tanpa terjebak dalam perdebatan yang tidak substansial,” tandasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari milad Nasyiatul 'Aisyiyah ke-93/96, P....

Suara Muhammadiyah

10 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti me....

Suara Muhammadiyah

20 November 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Riau (FT Umri) dalam upayan....

Suara Muhammadiyah

30 May 2024

Berita

HULU SUNGAI UTARA, Suara Muhammadiyah – Upaya memperkuat desa yang aman, inklusif, dan berpiha....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bertepatan hari Kesaktian Pancasila, Ahad, 1 Oktober 2023, Mu....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah