Al-Qur’an, Sumber Kesembuhan dan Ketenangan Jiwa

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
422
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA. Foto: Cris

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA. Foto: Cris

BATU, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim mengajak merenungi bentangan ayat-ayat Al-Qur'an. Menurutnya Al-Qur'an memiliki kekayaan kepingan makna yang sangat mendalam menyangkut seluruh aspek kehidupan.

"Kita semua agar melaksanakan perintahnya. Di antara perintah Allah itu ialah supaya kita membaca, memahami, merenungkan, dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah," katanya saat Khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (24/10).

Salah satu ayat Al-Qur'an itu yaitu Qs Asy-Syuara ayat 80. Secara redaksional, ayat ini merupakan doa Nabi Ibrahim, "Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku."

"Sakit--dalam pandangan Ibnu Sina--sebuah keadaan yang tidak alami. Maknanya, pada dasarnya manusia di desain oleh Allah itu sehat. Kalau kemudian sakit, maka sakit itu sesuatu itu datang kemudian yang tidak bersifat alami," terangnya.

Sehingga, dalam ilmu kedokteran, "orang-orang banyak yang mencari musababnya (dari sakit itu)," sambungnya. Jika dikontekstualisasikan dengan ayat sebelumnya, Qs Asy-Syuara ayat 79, maknanya masih berkelindan. "Dia memberi makan dan minum kepadaku.” Menurutnya, kesehatan berkaitan erat dengan makanan.

"Kalau kita cari sebab yang paling dekat, kita hubungkan makan dan minum. Tapi, ini bukan sebab yang utama," tuturnya. Justru musabab yang utama terdapat di ayat sebelumnya, Qs Asy-Syuara ayat 78. Ayat ini menyangkut pautkan tentang penciptaan manusia secara psikis atau rohani.

"Ini berhubungan dengan jiwa. Itu jelas kaitannya dengan fisikly. Sekalipun begitu, ajaran Islam juga menyangkut hubungan fisikly dengan dimensi psikis atau rohani kita," ujarnya.

Terkait konteks sakit, banyak serpihan ayat mengurai secara khusus, bahwa Al-Qur'an menjadi medium pengobatan (as-syifa). Hal itu tersebut di Qs Yunus ayat 57, Qs an-Nahl ayat 69, Qs al-Isra ayat 82, dan Qs Fushilat ayat 49.

"Di samping Al-Qur'an sebagai hudan (petunjuk), rahmatan (pemberi rahmat), al-furqan (pembeda), tapi juga sebagai as-syifa (obat). Dari situ kemudian juga kita bisa simpulkan, fungsi Al-Qur'an itu adalah kesembuhan atau proses penyembuhan," tegasnya.

Karena itu, Saad mengajak untuk menjaga jiwa senantiasa membaca Al-Qur'an agar tetap terjaga dengan baik. "Rawatlah jiwa kita dengan sering-sering membaca Al-Qur'an. Dan, pastilah kita semua membaca Al-Qur'an," pintanya.

Bagi saat, membaca Al-Qur'an ini sangat penting dalam kehidupan. Karena, ditengok keluar, masih banyak umat Islam memarginalkan Al-Qur'an. "Karena itu yang terbaik, kita ulangi terus-menerus begitu (membaca Al-Qur'an), insyaallah lalu ada dorongan dari jiwa kita untuk terus membaca Al-Qur'an," katanya.

Dengan rutin membaca Al-Qur'an, "Jiwa akan sehat dan dijaga oleh Allah. Dan kalau itu dilakukan, Insyaallah yang fisik (makanan dan minuman) tidak akan berpengaruh pada kesehatan," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Program Lansia Care yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera....

Suara Muhammadiyah

2 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang bernaung di bawah....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Saat eksploitasi menggerus ruang hidup, masyarakat Karst Pracimantoro ....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Fakultas MIPA dan Kesehatan (FMIPAKes) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

12 June 2024

Berita

BANGKALAN, Suara Muhammadiyah - Milad Muhammadiyah ke-112 dirayakan secara serentak di 38 kabupaten ....

Suara Muhammadiyah

17 November 2024